PRINSIP UTAMA LAYANAN AKSELERASI

PRINSIP UTAMA LAYANAN AKSELERASI

Oleh. Amril Muhammad (Sekjend Asosiasi CI+BI Nasional)

 

Prinsip utama dalam penyelenggaraan layanan akselerasi untuk anak CI+BI adalah penerapan kurikulum diferensiasi. Kurifikulum diferensiasi kurikulum nasional dan lokal yang dimodifikasi dengan penekanan pada materi esensial dan dikembangkan melalui sistem eskalasi dam enrichment yang dapat memacu dan mewadahi secara integrasi pengembangan spiritual, logika, etika dan estetika, kreatif, sistematik, linier dan konvergen.

Pengembangan desain kurikulum bagi siswa akselerasi diperlukan karena kurikulum regular tidak mencukupi dan tidak cocok bagi siswa aksel. Hal ini disebabkan Siswa CI+BI memiliki beberapa karakter antara lain: mampu bertindak cepat (Saccuzzo, 1994), berkemampuan belajar mendalam (Davis & Rimm, 2003), berkemampuan memanipulasi konsep (Sternberg, 2003), berkebutuhan khusus dan memerlukan pembelajaran yang menantang (Baska, 2003).

Banyak dari guru menganggap sama perlakukan terhadap siswa akselerasi seperti halnya siswa regular.  Realitanya siswa akselerasi adalah berbeda baik dalam kecerdasan, kemampuan maupun minat sehingga tidak mungkin disamakan dengan siswa regular.  (Gross., 2000). Diperlukan antara lain kurikulum berdiferensiasi sebagai persyaratan pokok dalam penyelenggaraan layanan pembelajaran siswa akselerasi (Croft, 2003).

Dalam upaya menyusun kurikulum diferensiasi adalah penggunaan pendekatan peta konsep. Peta Konsep merupakan Merupakan salah satu intrumen yang digunakan untuk menata materi kurikulum agar diperoleh keterkaitan antar konsep dan keutuhan materi yang akan disajikan kepada siswa dalam satu kesatuan waktu (semester).  Dengan peta konsep siswa akan mengetahui cakupan, urutan dan seberapa banyak materi yang direncanakan akan dipelajari oleh siswa serta bagaimana hubungan antara materi satu dengan lainnya.

Peta konsep merupakan gambaran visual yang berisikan jumlah materi serta hubungan antar konsep. Peta konsep juga dinamakan dengan road map (McAleese, 1986) sebab peta konsep disamakan seperti peta jalan yang menunjukan letak tempat dan bagaimana urutan jalan yang harus diikuti bila seseorang menuju suatu tempat.

Dalam kenyataannya di lapangan, masih banyak pengelola aksel di sekolah/madrasah belum memahami bagaimana wujud kurikulum diferensiasi dan bagaimana menyusunnya. Penerapan kurikulum diferensiasi harus didukung dengan 3 dokumen perangkat pembelajaran lainnya, yaitu silabus siswa, rekam jejak siswa dan jadwal pelajaran berbasis topic atau pokok bahasan. Silabus siswa akan menggambarkan pokok-pokok bahasan yang akan dipelajari siswa yang dilengkapi dengan tugas yang harus dilakukan siswa untuk setiap pokok bahasan.

Tugas merupakan suatu aktivitas yang dilakukan siswa di luar jam tatap muka. Tugas yang diberikan kepada siswa memiliki dua tujuan, yaiatu (1) memperkuat penguasaan materi dan kompetensi siswa terhadap materi yang disampaikan pada hari ini dan (2) mempersiapkan hal-hal yang harus dibawa atau disiapkan siswa untuk pembelajaran tatap muka pada pertemuan  berikutnyea. Silabus siswa juga dilengkapi dengan informasi mengenai sumber belajar, terutama yang berasal dari buku dan dunia maya. Untuk sumber belajar dari buku, harus dijelaskan buku yang dirujuk terkait dengan judul, penulis, penerbit, tahun terbit dan halaman yang memuat materi yang dimaksud. Sedangkan untuk informasi yang terdapat di dunia maya harus mencantumkan alamat situs yang dirujuk dan akan dikunjungi oleh siswa. Dengan adanya informasi ini, maka siswa menjadi efisien penggunaan waktu di depan internet dan menghindari mereka dari kemungkinan membuka situs-situs yang tidak perlu.

Rekam jejak siswa memuat informasi tentang pokok bahasan, tanggal tuntas dari setiap siswa menyelesaikan pokok bahasan dan nilai yang diperoleh. Berdasarkan dokumen ini, siswa boleh memilih atau mengajukan diri unutk mendapatkan nilai lebih dahulu temannya sebelum materi pelajaran diberikan. Hal ini bisa terjadi karena sangat mungkin mereka sudah pernah mendapatkan materi yang sama pada jenjang pendidikan sebelumnya dan mereka sudah menguasai materi itu sebelum diajarkan oleh guru. Ketika materi pelajaran tersebut dibahas, maka siswa yang telah tuntas dapat menjadi asisten guru yang bisa membantu siswa lain untuk agar lebih mengerti materi pelajaran itu. Disinilah pendekatan tutor sebaya diterapkan. Di samping itu, dengan pendekatan semacam ini, siswa yang sudah menguasai materi lebih belajar untuk memahami konsep bahwa kehebatan seseorang baru akan bermanfaat jika bisa membantu orang lain yang belum  mampu.

Penggunaan jadwal pelajaran berbasis topic atau materi pelajaran akan mendorong siswa menjadi focus untuk mengikuti pelajaran dan mempelajari lebih dahulu materi yang akan dipelajari di kelas. Penggunaan jadwal semacam ini juga menjadi menarik, karena siswa tidak hanya mengenal nama mata pelajaran, tetapi juga mengenal pokok bahasan. Hal ini juga dapat menghindarkan siswa dari ketakutan atau kebosanan dalam melihat nama-nama mata pelajaran. Penggunaan jadwal ini juga menjadikan penerapan prinsip transparansi dalam pembelajaran bisa dilakukan. Kepala sekolah dan pengawas yang datang pada suatu ketika, akan tahu materi pelajaran yang dipelajari pada tanggal/hari atau jam terentu. Begitu pula orang tua, akan mengetahui materi pelajaran apa yang dipelajari anaknya di sekolah.

Materi pelajaran unutk kelas akselerasi Jangan terlalu menekankan pada aspek kognitif tetapi harus mendorongterjadinyaPenyeimbangan pembelajaran dilakukan dengan menyajikan aspek sintetik dan praktikal. Materi yang tercakup harus berisikan materi unggul dan problem solving. Implikasinya, guru harus mampu mengubah struktur materi pelajaran yang mengarah pada struktur materi kasus.

Coooperative learning siswa CI+BI MTsN Sumber Bungur Pamekasan

Coooperative learning siswa CI+BI MTsN Sumber Bungur Pamekasan

Selanjutnya dari segi materi, muatan dari materi pelajaran dipilah menjadi materi esensial dan non esensial. Materi esensial adalah yang harus disampaikan kepada siswa melalui bimbingan khusus atau personal kepada siswa karena dianggap penting bagi siswa.  Tingkat intensitas kepentingan materi esensi adalah wewenang guru dalam penetapannya dengan memperhatikan beberapa hal berikut : (a)  Merupakan konsep dasar yang harus dimengerti siswa untuk memahami materi selanjutnya. (b) Materi yang sering atau pasti keluar di ujian nasional dan (c) Materi yang sulit dan memerlukan bimbingan khusus oleh guru.

Materi non esensial adalah Dapat dipelajari siswa melalui penugasan dan pembahasan sepintas. Pada prinsipnya materi non esensial ini merupakan materi yang dapat dibaca dan dipahami siswa tanpa bimbingan khusus dari guru. Dalam pengelolaan materi non esensial ini siswa dioptimal dengan penggunaan IT. Oleh karena itu penyediaan sarana IT untuk kelas akselerasi bukanlah ditujukan untuk gagah-gagahan tetapi untuk mendukung efektivitas pembelajaran bagi siswa CI+BI.

Konsekuensi perapan diferensiasi dalam layanan akselerasi tidak hanya berhenti pada diferensiasi kurikulum tetapi juga domain lainnya yaitu pada pembelajaran, pada kebutuhan siswa sehingga sesungguhnya dalam melayani pembelajaran diperlukan tindakan diferensiasi pula. Tidak memberikan dampak positif kurikulum berdiferensiasi diberlakukan tetapi strategi pembelajarannya tidak menyesuaikan (Tomlinson, 2003).

Adalah kekeliruan mendasar dalam pengelolaan pembelajaran di kelas akselerasi ketika pembelajajaran yang dilakukan:

  • Tidak membedakan kecepatan belajar siswa
  • Tingkat membedakan minat dan tingkat keunggulan siswa
  • Mematikan kreativitas yang tampak siswa dilarang menggunakan cara berbeda dengan yang diajarkan
  • Guru Tidak memahami sensitivitas sosial emosional siswa
  • Tidak memberi ruang yang cukup bagi anak beraktivitas
  • Anak dipaksa belajar dengan modul yang hanya berfokus pada ringkasan materi dan latihan soal. Hal ini akan mereduksi penguasaan materi pelajaran oleh siswa. Belum lagi seringkali modul yang digunakan adalah hasil produksi guru yang bersifat plagiat dan tidak dilakukan penilaian oleh ahli bidang substansi materi dan metodologi.

Selanjutnya dalam penilaian, harus mengacu pada Mengacu pada indikator yg disusun dalam silabus, Lebih menekankan pada produk dan hasil karya. Selanjutnya penilaian juga Minimalisasi pada paper & pencil test, Minimalisasi soal pilihan ganda, jika dilakukan arahnya kemampuan analisis siswa seperti soal yang menggunakan model sebab akibat. Jika ada yang materi tidak dikuasai siswa kemudian berdampk mereka mendapat mungkin dapat nilai jelek, maka  remedial langsung dilakukan setelah hasil diketahui. Soal ujian berbeda juga dapat dibuat berbedasehingga dapat  menghindari dari perilaku mencontek. Selanjutnya Penilaian sikap/budi pekerti dilakukan pada saat proses belajar dan kerja siswa berlangsung.

Apabila prinsip-prinsip di atas diterapkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara layanan akselerasi, maka layanan itu akan menjadi efektif. Tetapi bila tidak dipahami dan tidak dilakukan, maka layanan akselerasi yang dilakukan menjadi keliru, dan menjadikan layanan akselerasi dengan menu regular. Hal ini lah yang kemudian memunculkan salah paham terhadap layanan akselerasi yang dianggap hanya mempercepat penyelesaian studi, tanpa memahami substansi.

Dalam konteksi inilah, maka Asosiasi CI+BI nasional memberikan pelatihan ke sekolah/madrasah dalam bentuk Inhouse training, agar semua warga sekolah/madrasah memahaminya.  Sasaran pelatihan, bukan saja guru, tetapi juga orang tua dan siswa. Berikut ini adalah daftar sekolah/madrasah yang telah mengikuti pelatihan penyusunan kurikulum diferensiasi, yaitu:

  1. SDN 07 Kota Ciamis
  2. SD Al Azhar BSD
  3. SMPN 3 Cilacap
  4. SMPN 2 Dumai
  5. SMPN 1 Cisaat Sukabumi
  6. SMPN 1 Pangandaran
  7. SMPN  1 Tasikmalaya
  8. SMP Al Azhar BSD
  9. SMAN 1 Purwokerto
  10. SMAN 2 Dumai
  11. SMA Dharma Loka Pekanbaru
  12. SMA Don Bosco Padang
  13. SMAN 81 Jakarta
  14. SMAN 3 Salatiga
  15. SMAN 7 Kediri
  16. MTs PPMI Assalam Sukoharjo
  17. MTsN Sumber Bungur  Pamekasan Madura
  18. MTsN Pajarakan Probolinggo
  19. MTsN Denanyar Jombang
  20. MTsN Pare Kediri
  21. MTsN Kunir Blitar
  22. MTsN Temboro, Magetan
  23. MTsN Kota Madiun
  24. MTsN Lumajang
  25. MTsN Paron 2 Ngawi
  26. MTsN Tanjung tani Nganjuk
  27. MTsN Bangkalan Madura

Kita berharap sekolah/madrasah yang lain akan segera melakukan pelatihan ini, agar para guru memahami dan terampil dalam mengelola kurikulum, pembelajaran dan penilaian terkait dengan layanan akselerasi di sekolah/madrasah.

bareng pengurus aksel tanjung tani

IHT Aksel di MTsN Sumpa

Iklan

Kurikulum 2013 untuk kelas Akselerasi

UNTUK SEKOLAH…
yang menjadi piloting penerapan K-13 pada mulai tahun 2013, maka pada tahun pelajaran 2014/2015 kelas sudah menerapkan K-13. siswa aksel ini akan mengikuti UN dengan K-13 pada tahun 2016.

Sedangkan sekolah yang baru tahun 2014 ini menerapkan K-13, maka kelas aksel baru menggunakan K-13 pada tahun 2015. siswa ini akan mengikuti UN K-13 pada tahun 2016.

Untuk madrasah, kelas aksel baru akan menggunakan K-13 pada tahun 2015, karena ujian nasional dengan K-13 di madrasah baru dilakukan pada tahun 2017.

 

SEMUA ORANG TUA…..
menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, begitu juga orang tua anak CI+BI. Sayangnya masih banyak orang tua yang tidak memahami karakteristik anak CI+BI, sehingga mereka melakukan kekeliruan dalam melakukan pendampingan untuk pengembangan potensi putra putrinya…

Jadi…..

kenali karakteristik kognitif maupun psikologis anak CI+BI, agar pendampingan yang dilakukan menjadi efektif dan potensi anak CI+BI berkembang dan menghasilkan kinerja yang optimal..

#amril muhammad

EVALUASI LAYANAN AKSELERASI

Berdasarkan berita yang dimunculkan dalam Koran Sindo beberapa hari lalu, Kemendikbud akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan layanan akselerasi di sekolah. Hal ini tentu perlu disambut dengan baik, karena sebuah program atau layanan yang diberikan kepada masyarakat perlu dievaluasi apakah sudah memenuhi harapan yang ada atau belum.

Disadari betul memang masih banyak penyimpangan yang terjadi dalam layanan aksel, terutama kriteria siswa yang bisa masuk kelas aksel. Pedoman yang dikeluarkan oleh Kemendikbud sudah jelas-jelas menyatakan bahwa siswa yang berhak masuk kelas aksel adalah mereka yang memiliki IQ min. 130. Dalam prakteknya banyak sekolah dan madrasah yang tidak memenuhi ketentuan itu. Belum lagi ternyata juga ditemukan sekolah/madrasah membuka layanan aksel untuk meningkatkan gengsi dan bisa mengakses dana untuk. Penyimpangan lain yang dilakukan sekolah/madrasah untuk memenuhi siswa yang memiliki IQ 130 adalah dengan cara memberikan pelatihan terlebih dahulu kepda calon siswa mengerjakan soal-soal psikotes. Yang terjadi mereka dapat angka tersebut, tetapi kemampuan sebenarnya bukanlah seperti. akhirnya ketika proses pembelajaran dilakukan, tampaklah bahwa mereka bukan anak kategori very superior, tetapi anak dengan IQ normal yang lebih tepat ditempatkan di kelas reguler.

yang lebih memprihatinkan lagi adalah munculnya sekolah madrasah yang melakukan akselerasi kepada semua siswanya, meskipun mereka tidak memenuhi kriteria itu. hal ini ditemukan pada 1 sekolah di kawasan cikarang, 1 sekolah di kawasan bandung dan 2 madrasah di kawasan mojokerto. meskipun berkali-kali diingatkan, pimpinan sekolah/madrasah itu tetap meneruskan cara bekerja mereka yang menyimpang itu.

penyimpangan lain yang dilakukan, adalah menyiasati kebijakan untuk mengikuti Ujian nasional untuk siswa kelas aksel pada tahun 2013. POS UN tahun 2013 yang diterbitkan BSNP telah menetapkan bahwa peserta ujian nasional untuk kelas aksel harus memenuhi syarat angka IQ minimal 130. ketentuan ,ini mengakibatkan sekolah/madrasah yang siswa tidak memenuhi syarat semacam itu menjadi kelimpungan. Lagi-lagi cara tidak etis dilakukan seperti beberapa madrasah  yang melakukan uji ulang siswa di salah satu kabupaten di jawa timur bekerja sama dengan sebuah perguruan tinggi setempat. mereka melakukan ujian ulang untuk mendapatkan angka minimal 130. yang menyedihkannya perguruan tinggi tersebut bersedia memenuhi permintaan para pengelola madrasah tersebut. akhirnya keluarkan laporan hasil psikotes memberikan skor IQ siswa itu semuanya min. 130.

mengacu kepada kondisi tersebut, maka evaluasi memang harus dilakukan dalam upaya untuk perbaikan layanan, bukan bermuara pada penutupan atau pembubaran layanan aksel, sebagaimana disuarakan oleh beberapa orang, salahsatunya adalah seseorang yang tinggal di negara belanda.

hak untuk mendapatkan layanan bagi siswa yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa sesuai kebutuhannya, adalah amanat undang-undang sebagaimana diberikan kepada anak-anak normal atau anak-anak berkebutuhan khusus lainnya. pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi anak, bukan untuk menyamaratakan. keberadaan anak-anak dengan kualifikasi CI+BI akan terus ada sampai kehidupan dunia ini berakhir. Artinya mereka berhak mendapatkan apa yang sehrusnya mereka dapatkan.

Evaluasi layanan akselerasi harus didukung untuk meminimalisasi penyimpangan-pernyimpangan yang dilakukan oleh sekolah dan madrasah. evaluasi harus mengarah pada adanya upaya perbaikan dalam upaya optimalisasi layanan akselerasi yang sesuai dengan kaidah-kaidah akademis maupun yuridis. Dalam konteks ini, Asosiasi CI+BI Nasional siap berkolaborasi dengan Kemendikbud untuk melakukan evaluasi layanan aksel dan melakukan pembinaan yang memadai untuk layanan akselerasi di sekolah dan madrasah.

Penulis  : Amril Muhammad

Ujian Nasional 2013 untuk anak kelas akselerasi

Pada bulan Januari 2013, BSNP telah mengeluarkan prosedur operasional standar (POS) tentang ujian nasional bagi siswa di SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. POS ini setiap tahun dikeluarkan oleh BSNP sebagai panduan penyelenggaraan ujian nasional di sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Tapi ada yang berbeda pada tahun ini, terkait dengan  peserta UN untuk siswa dari kelas Aksel. Pada hal 17  dijelaskan tentang persyaratan untuk mengikuti UN. dalam point e disebutkan bahwa “Peserta didik yang dapat menyelesaikan studinya selama 2 (dua) tahun dalam program akselerasi atau SKS harus menunjukkan bukti-bukti yang menunjukkan kemampuan istimewa yang dibuktikan dengan kemampuan akademik dari pendidik dan Intelligence Quotient (IQ) ≥ 130 (seratus tiga puluh) yang dinyatakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program studi psikologi terakreditasi atau lembaga psikologi lain yang direkomendasi BSNP; Aturan ini berartinya siswa aksel yang tidak memiliki IQ dibawah 130 tidak diperkenankan untuk ikut UN….

Asosiasi CI+BI Nasional telah lama mensinyalir beberapa sekolah/madrasah memasukan anak yang tidak memenuhi kualifikasi ke dalam kelas Aksel. hal itu bukan saja melanggar aturan tetapi merusak masa depan anak-anak itu. setiap anak punya tempat yang sesuai dengan kemampuannya, dan bukan dipaksakan sekedar memenuhi keinginan guru dan orang tua. Oleh karena itu kami sngat mendukung ketentuan UN yang diterbitkan oleh BSNP. Dengan demikian layanan aksel yang ditujukan untuk anak CI+BI akan makin terjaga dari upaya-upaya merusaknya. Namun demikian, kami juga masih ada kekhawatiran jika sekolah/madrasah tertentu melakukan rekayasa dengan cara mengubah skor IQ siswa atau mencari oknum PT tertentu mengadakan psikotes yang hasilnya bisa dirrekayasa. semoga kekhawatiran ini tidak terwujud, karena sayang sekali jika ada perguruan tinggi yang melakukan tidak semacam itu, yg tidak menjaga integritas dan profesionalisme akademisnya.

semoga aturan ini menyadarkan para pengelola aksel di sekolah/maddrasah untuk meluruskan niatnya dalam memberikan layanan akselerasi dan memasukkan anak yag memang sesuai kualifikasi. Salam. Amril Muhammad

Sekolah/Madrasah Penyelenggara Layanan Anak CI+BI

Berikut ini adalah nama-nama sekolah dan madrasah yang memberikan layanan pendidikan untuk anak CI+BI Indonesia dalam bentuk program akselerasi atau bentuk lainnya.

Aceh

  1. SD Garot Aceh Besar
  2. SDIT Al Azhar Banda Aceh
  3. SDN 28 Kuta Alam  Banda Aceh
  4. SDN 29 Sukaramai Banda Aceh
  5. SDN 67 Percontohan Lamlagung B. Aceh
  6. SMA NEGERI 10 Fajar harapan banda Aceh
  7. SMP NEGERI 1 Banda Aceh
  8. SMP NEGERI 1 Peukan Bada Aceh Besar

Sumatera Utara

  1. SD Al Azhar Medan
  2. SD Percobaan Negeri    Medan
  3. SMP Al Azhar Medan
  4. SMP Harapan 2 Medan
  5. SMP Nurul Hasanah Deli serdang
  6. SMP Santo Thomas 1 Medan
  7. SMA Plus Al Azhar Medan
  8. SMA Sutomo 1 Medan

Sumatera Barat

  1. SD Pertiwi Padang
  2. SMP Maria Padang
  3. SMP Negeri 1 Padang
  4. SMPIT Raudhatul Jannah Payakumbuh
  5. SMP NEGERI  1 Bukit Tinggi
  6. SMA Don Bosko Padang
  7. SMA NEGERI  1 Payakumbuh
  8. SMA Negeri 1 Bukitinggi
  9. SMA Negeri 1 Padang

Sumatera Selatan

  1. SD Negeri 117 Palembang
  2. SMP Negeri 3 Palembang
  3. SMP Xaverius 1 Palembang
  4. SMP Xaverius Maria
  5. SMU Negeri 17 Palembang

Riau

  1. SMP Negeri  1 Pekan Baru
  2. SMP Negeri  4 Pekanbaru
  3. SMP Negeri  2 Dumai
  4. SMA Dharma Loka Pekanbaru
  5. SMA NEGERI  8 Pekanbaru
  6. SMA Negeri  1 Pekanbaru
  7. SMA Negeri  2 Dumai

Bengkulu

  1. SD Negeri    8 Teluk Segara, Bengkulu
  2. SMP NEGERI  1 Argamakmur Bengkulu Utara
  3. SMP NEGERI  1 Curup
  4. SMP Negeri 1 Kota Bengkulu
  5. SMA NEGERI  3 Bengkulu

Lampung

  1. SMP 1 Ulubelu Tanggamus Lampung
  2. SMP Negeri 2 Bandar Lampung
  3. SMP Tri Sukses Natar Lampung
  4. SMP Negeri 3 Way Pengubuan Lampung Tengah
  5. SMA NEGERI  1 Gadingrejo, Tanggamus
  6. SMA NEGERI 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah
  7. SMA NEGERI 2  Bandar Lampung

Jambi

  1. SD Islam Al Falah Telainapura Jambi
  2. SD Negeri    No. 47/IV Telaninapura Jambi
  3. SMP Negeri  7 Telainapura Jambi
  4. SMP Negeri   1 Kota Jambi
  5. SMA Negeri   1 Kota Jambi
  6. SMA Titian Teras Jambi
  7. SMA NEGERI   3 Jambi

Banten

  1. SD Al Azhar Syifa YPWKS Cilegon
  2. SD Citra Islami Tangerang
  3. SD Islamic Village Karawaci Tangerang
  4. SD Al Azhar BSD
  5. SMP Pulus Islamic Village Karawaci Tangerang’
  6. SMP NEGERI  2 TangSel Ciputat
  7. SMP  Al Azhar BSD
  8. SMP Islam Al Azhar 27 Cilegon
  9. SMA NEGERI  2 Tangerang Selatan
  10. SMA NEGERI   3 Tangerang Selatan
  11. SMA Negeri  6 Tangerang Selatan
  12. SMA NEGERI   Cahaya Madani

DKI Jakarta

  1. SD Al Azhar Kelapa Gading
  2. SD Islam PB Sudirman
  3. SD Negeri Rawamangun 12   Komplek UNJ
  4. SDI Al Azhar Syifa Budi Kemang
  5. SDK 10 BPK Penabur
  6. SDN Percontohan Makasar 06 Jak. Timur
  7. SMP Bhakti Mulia 400 Jakarta Selatan
  8. SMP Islam Al Azhar 1 Kby. Baru
  9. SMP Islam Al Azhar Kelapa Gading
  10. SMP Islam Al Azhar Syifa Budi
  11. SMP Labschool Rawamangun
  12. SMP Negeri 11 Kby Baru Jakarta Selatan
  13. SMP Negeri 115 Tebet Jakarta Selatan
  14. SMP Negeri 19 Jakarta
  15. SMP Negeri 252 Jakarta
  16. SMP Negeri 41 Jakarta
  17. SMP Negeri 68 Jakarta
  18. SMP PB Sudirman Cijantung
  19. SMPK 4 BPK Penabur
  20. SMP Labschool kby baru
  21. SMA Al Azhar Kelapa Gading Jakarta
  22. SMA BPK 1 Penabur Jakarta Barat
  23. SMA Islam Al Azhar Syifa Budi Kemang
  24. SMA Labschool Kby. Baru Jakarta
  25. SMA Labschool Rawamangun Jakarta
  26. SMA Negeri    70 Jakarta
  27. SMA Negeri    78 Jakarta
  28. SMA Negeri    8 Jakarta
  29. SMA Negeri    81 Jakarta

Jawa Barat

  1. SD Al Azhar Syifa Budi Bekasi
  2. SD Al Mabrur Bale Endah Bandung
  3. SD Bina Insani Bogor
  4. SD Laboratorium UPI Bandung
  5. SD Negeri Banjarsari Bandung
  6. SD Negeri Rosela Indah Subang
  7. SD Plus Al-Ghifari Bandung
  8. SD Negeri 07 Ciamis
  9. SD Pelita Insani Parung Bogor
  10. SMP Al Azhar Syifa Budi Bekasi
  11. SMP Al Ma’soem Sumedang
  12. SMP Insan Kamil Bogor
  13. SMP Internat Al Kautsar Sukabumi
  14. SMP Islam As-Syafiiyah SUkabum
  15. SMP NEGERI   1 Kuningan
  16. SMP Negeri  1 Bale Endah
  17. SMP Negeri  1 Banjar
  18. SMP Negeri  1 Ciamis
  19. SMP Negeri  1 Cisaat Sukabumi
  20. SMP Negeri  1 Kab. Sumedang
  21. SMP Negeri  1 Karawang
  22. SMP Negeri  1 Kota Sukabumi
  23. SMP Negeri  1 Pangandaran
  24. SMP Negeri  1 Purwakarta
  25. SMP Negeri  1 Tasikmalaya
  26. SMP Negeri  2 Ciamis
  27. SMP Negeri  5 Bandung
  28. SMP Taruna Bakti Bandung
  29. SMA Al Ma’soem Kab. Sumedang
  30. SMA Dwi Warna Parung Bogor
  31. SMA NEGERI  5 Depok
  32. SMA NEGERI  6 Depok
  33. SMA Negeri 1 Bekasi
  34. SMA Negeri 1 Margahayu
  35. SMA Negeri 1 Purwakarta
  36. SMA Negeri 1 Sukabumi
  37. SMA Negeri 1 Sumedang
  38. SMA Negeri 1 Cikarang Utara
  39. SMA Negeri 2 Kuningan
  40. SMA Negeri 2 Tambun Selatan
  41. SMA Negeri 3 Bandung
  42. SMA Negeri 3 Bogor
  43. SMA Negeri 3 Sukabumi
  44. SMA Negeri 6 Bogor
  45. SMAK 1 BPK Penabur Bandung
  46. SMART Excelencia Parung Bogor

Jawa Tengah

  1. SD 1 Wonogiri
  2. SD Al Irsyad Purwokerto
  3. SD H. Isriyati Semarang
  4. SD Islam Jamsaren Surakarta
  5. SD Negeri  4 Wonosobo
  6. SD Negeri  Cemara Dua No.13 Surakarya
  7. SD Negeri  Sompok Lamper Kidul Semarang
  8. SDIT As Salamah Baturetno wonogiri
  9. SDK 3 YSKI Semarang
  10. SDN 1 Giripurwo Wonogiri
  11. SDN Mangkubumen Kidul No. 16 Surakarta
  12. SDN Mangkubumen Lor No.15 Surakarta
  13. SDN VII Wonogiri
  14. SDN VII Wonokarto Wonogiri
  15. MTs PPMI ASSALAAM Sukoharjo
  16. SMP Al Firdaus Kartasura
  17. SMP Al Isyad Purwokerto
  18. SMP Muhammadiyah 1 Surakarta
  19. SMP Islam Pekalongan
  20. SMP Negeri 2 Wonogiri
  21. SMP NEGERI   1 Baturetno wonogiri
  22. SMP NEGERI   1 Boyolali
  23. SMP NEGERI   1 Karangtengah Wonogiri
  24. SMP NEGERI   1 Kepodang Wonogiri
  25. SMP NEGERI   1 Muntilan
  26. SMP NEGERI   1 Purwokerto
  27. SMP NEGERI   1 Sragen
  28. SMP Negeri     2 Baturetno
  29. SMP NEGERI   2 Purworejo
  30. SMP NEGERI   3 Pati
  31. SMP Negeri  1 Karanganyar
  32. SMP Negeri  1 Wonogiri
  33. SMP Negeri  2 Semarang
  34. SMP Negeri  2 Surakarta
  35. SMP Negeri  3 Kroya Cilacap
  36. SMP Negeri  9 Surakarta
  37. SMP PL. Domenico Savio Semarang
  38. SMA Assalaam Sukoharjo
  39. SMA NEGERI   1 Karang anyar
  40. SMA NEGERI   1 Purwokerto
  41. SMA NEGERI   1 Purworejo
  42. SMA NEGERI   1 Sragen
  43. SMA NEGERI   1 Surakarta
  44. SMA NEGERI   1 Wonogiri
  45. SMA NEGERI   1Wuryantoro Wonogiri
  46. SMA NEGERI   2 Wonogiri
  47. SMA NEGERI   3 Semarang
  48. SMA Negeri  1 Klaten
  49. SMA Negeri  3 Surakarta
  50. SMA Negeri  1 Sukoharjo
  51. SMA Yapenda Karang Anyar

Jawa Timur

  1. SDN Kendangsari I 276 Surabaya
  2. SD AL MUFIDAH Surabaya
  3. SMP NEGERI 1 Bondowoso
  4. SMP NEGERI 1 Jombang
  5. SMP NEGERI 1 Sidoarjo
  6. SMP NEGERI 1 Tuban
  7. SMP NEGERI 3 Malang
  8. SMP Negeri 1 Lumajang
  9. SMP Negeri 1 Madiun
  10. SMP Negeri 1 Malang
  11. SMP Negeri 1 Surabaya
  12. SMP Negeri 2 Jember
  13. SMP Negeri 3 Kepanjen
  14. MTsN 1 Malang
  15. MTsN 3 Gondanglegi Malang
  16. MTsN Bangkalan
  17. MTsN Denanyar Jombang
  18. MTsN Jember 2
  19. MTsN Jember 3
  20. MTsN Kanigoro
  21. MTsN Kediri 2
  22. MTsN Pajarakan Purbolinggo
  23. MTsN Pare Kediri
  24. MTsN Sumber Bungur Pamekasan
  25. SMA Negeri  3 Sidoarjo
  26. SMA Negeri   1 batu
  27. SMA NEGERI  1 Blitar
  28. SMA NEGERI  1 Gresik
  29. SMA NEGERI  1 Grogol Kediri
  30. SMA NEGERI  1 kediri
  31. SMA NEGERI  1 Malang
  32. SMA NEGERI  2 Malang
  33. SMA NEGERI  1 Tuban;
  34. SMA NEGERI  11 Surabaya
  35. SMA NEGERI  15 Surabya
  36. SMA NEGERI  2 Surabaya
  37. SMA NEGERI  3 Jombang
  38. SMA NEGERI  4 Malang
  39. SMA NEGERI  5 Malang
  40. SMA NEGERI  6 Surabaya
  41. SMA NEGERI  7 Kediri
  42. SMA NEGERI  8 Malang
  43. SMA Negeri  1  Jember
  44. SMA Negeri  2 Lumajang
  45. SMA Negeri  3 Malang
  46. SMA Negeri  5 Surabaya
  47. SMA Negeri  1 Sidoarjo
  48. SMA Negeri 1 Lawang
  49. MAN 1 Bojonegoro
  50. MAN 1 Malang
  51. MAN 2 Madiun
  52. MAN 3 Malang
  53. MAN Lamongan
  54. MAN Ngawi
  55. MAN Kandangan Kab. Kediri

DI Yogyakarta

  1. SD Muhammadiyah Sapen 1 Yogyakarta
  2. SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta
  3. SMP NEGERI  1 Sleman
  4. SMP Negeri 5 Yogyakarta
  5. SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
  6. SMA NEGERI  1 Sedayu Bantu
  7. SMA Negeri  1 Wonosari
  8. SMA Negeri  1 Yogyakarta
  9. SMA Negeri  3 Yogyakarta
  10. SMA Negeri  8 Yogyakarta

Bali

  1. SMP Negeri 1 Denpasar
  2. SMA Negeri 1 Denpasar

NTB

  1. SD Negeri    1 Ampenan Mataram
  2. SD Negeri    16 Sumbawa
  3. SD Negeri    2 Bagik Polak Lombok Timur
  4. SD Negeri    I Pringgarata Lombok Tengah
  5. SD Negeri    No.2 Tente Bima
  6. SMP Negeri    2 Mataram
  7. SMP Negeri    6 Mataram
  8. SMA Negeri    1 Mataram
  9. SMA Negeri    6 Mataram

NTT

  1. SMP NEGERI   1 Maumere, Sikka
  2. SMP NEGERI   1 Waingapu, Sumba Timur
  3. SMP Negeri    1 Maumere
  4. SMP Negeri    2 Kupang
  5. SMPK Mercusuar
  6. SMPK St.Theresia Kupang
  7. SMA Kristen Mercusuar Kupang
  8. SMA Negeri    1 Kupang
  9. SMAK Giovanni Kupang
  10. SMAK Setia Bakti Ruteng

Sulawesi Selatan

  1. SMP Katolik Rajawali Makasar
  2. SMP NEGERI     2 Maros
  3. SMP Negeri  1 Sengkang Kabupaten Wajo
  4. SMP Negeri  6 Makassar
  5. SMP Negeri  8 Makassar
  6. SMP Negeri  12 Makassar
  7. SMA Katolik Cendrawasih Makassar
  8. SMA Katolik Rajawali Makassar
  9. SMA NEGERI   2 Sengkang
  10. SMA Negeri    17 Makassar
  11. SMA Negeri    3 Sengkang

Sulawesi Utara

  1. SD Negeri    11 Manado
  2. SDN 06 Wanang Menado
  3. SMP Kristen Eben Hazar Menado
  4. SMP NEGERI     1 Bitung
  5. SMP NEGERI     1 Langowan, Minahasa
  6. SMP NEGERI     1 Tondano, Minahas
  7. SMP NEGERI     2 Airmadidi Minahasa utara
  8. SMP NEGERI     8 Menado
  9. SMP Negeri    1 Manado
  10. SMA NEGERI     2 Bitung
  11. SMA Negeri    9 Manado
  12. SMA Negeri    1 Manado

Gorontalo

  1. SMA Negeri 3 Gorontalo

Sulawesi Tenggara

  1. SD 09 Kristen Kendari
  2. SMP NEGERI     1 Kendari
  3. SMA NEGERI     1 Kendari

Kalimantan Barat

  1. SMA Negeri 3 Pontianak

Kalimantan Selatan

  1. SD Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin
  2. SD Muhammadiyah 10 Banjarmasin
  3. SMP Islam Sabilal Muhtadin
  4. SMP Negeri    6 Banjarmasin
  5. SMP NEGERI     2 Banjarmasin
  6. SMA Negeri    1 Banjarmasin
  7. SMA Negeri    7 Banjarmasin

Kalimantan Timur

  1. SD 001 Balikpapan selatan
  2. SD YPK Bontang Kaltim
  3. SMP NEGERI     1 Balikpapan
  4. SMP NEGERI     1 Samarinda
  5. SMP YPK Pupuk KALTIM
  6. SMA Negeri 1 Samarinda
  7. SMA NEGERI     1 Balikpapan
  8. SMA NEGERI     10 Melati Samarinda
  9. SMA YPK Bontang

Kalimantan Tengah

  1. SD Negeri    4 Menteng Palangkaraya
  2. SD Negeri    3 Langkai Palangkaraya

LAPORAN KEUANGAN KONASPI CI+BI 2012

Total Penerimaan: Rp. 54.900.000
Diperoleh dari iuran peserta (tidak termasuk iuran anggota Asosiasi CI+BI dan iuran untuk memperoleh prosiding konaspi)

Total Pengeluaran : Rp. 55.468.000
Digunakan untuk:
1. Biaya Akomodasi, konsumsi, ruang sidang
2. Biaya kirim surat ke calon sekolah/madrasah, PT, pejabat, undangan
3. Biaya fotocopi surat, proposal, materi konaspi
4. ATK peserta, tas
5. Atk panitia
6. Transport panitia
7. Publikasi, dokumentasi, media
8. Tambahan snack
9. Biaya perangko pengiriman surat untuk sekolah/madrasah/PT, undangan
10. Pembuatan plakat penghargaan
11. Pengembalian biaya yg sudah dibayar, tetapi peserta tidak datang (1 dari madiun dan 1 dari Jakarta)
12. Pengembalian uang kepada peserta yang dibatalkan statusnya sebagai peserta, karena tidak ikut 1 sesi pun dalam konaspi (15 orang peserta dari jogjakarta)

Defisit : Rp. 568.000

Alhamdulillah, pada awalnya diperkirakan defisit mencapai 10 juta rupiah…
Terima kasih untuk para peserta dan panitia yang telah berkontribusi dalam Konaspi CI+BI dan Munas Asosiasi CI+BI ke 2 tgl. 11-13 desember 2012

Jakarta, 22 Desember 2012

Amril Muhammad (Sekjend Asosiasi CI+BI Nasional)