Anak CI+BI Go Green

go green

Anak CI+BI harus punya perhatian untuk berbicara tentang menjadi ramah lingkungan. Anak-anak  secara alami memiliki antusiasme tentang belajar hal-hal baru. Dengan mengajarkan anak CI+BI,  mereka akan memperoleh pelajaran penting dari merawat bumi. Hal itu  akan menanamkan kebiasaan mereka akan dibawa mereka sampai … Baca lebih lanjut

AKSEL TETAP JALAN

cropped-100_6709.jpg

Setelah sempat gonjang ganjing soal kelas akselerasi, kini mulai jelas bagaimana nasib layanan akselerasi itu. Mengacu pada Permendikbud no. 157 tahun 2014 tentang pendidikan khusus, akselerasi untuk tingkat SD/MI tetap berjalan seperti model yang selama ini sudah ada. Sedangkan untuk … Baca lebih lanjut

Membentuk Pemimpin Muda

Kepemimpinan adalah salah satu bentuk kecerdasan. Anak-anak sejak berusia 10-11 tahun banyak sudah matang secara biologis, namun belum secara psikologis. Mereka cenderung mulai berkelompok dengan teman-temannya yang lebih didasarkan alasan emosional. Sehingga kelompok yang mereka ikuti seringkali mengarah pada hal-hal yang kurang positif. Untuk meminimalisasi kondisi itu, mereka perlu diberikan informasi tentang diri mereka sendiri dan bagaimana mereka berinteraksi dalam kelompok, sebagai anggota maupun pemimpin. Dengan demikian akan muncul pemahaman diri dan tahu tanggung jawab yang mereka emban.

Linda Lambert menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak, tanggung jawab dan kemempuan untuk menjadi seorang pemimpin. Sokoloski menyebutkan bahwa Pemimpin tidak lahir begitu saja. Kepemimpinan dipelajari dan dikembangkan. Sedangkan Marilyn dan Moller menyatakan bahwa para pemimpin tidak lahir begitu saja. Mereka tumbuh dan berkembang di dalam ilmu, ketrampilan dan sikapnya, sehingga pada akhirnya menjadi pemimpin yang hebat.

Pelatihan kepemimpinan yang baru dilakukan di tingkat SMP atau bahkan di bangku kuliah, relatif agak terlambat. padahal setiap individu pada dasarnya memiliki potensi sebagai pemimpin. Oleh karena itu, setiap anak perlu diberikan pelatihan kepempimpinan sejak usia belia, agar mereka bisa mengenali kemampuan diri dan memiliki keterampilan memimpin yang memadai.

Berdasarkan pemikiran di atas, Asosiasi CI+BI Nasional akan menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan untuk siswa kelas 4-5 SD/MI yang diberi nama PeKa PEMUDA Nasional.

Sampai dengan akhir tahun 2014, Asosiasi CI+BI telah bekerjasama dengan beberapa sekolah dan madrasah untuk menyelenggarakan pelatihan dasar kepemimpinan untuk siswa kelas akselerasi. sekolah dan madrasah tersebut antara lain :

  1. MTsN Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan Jawa timur
  2. MTsN Bangkalan, Jawa Timur
  3. SMAN 1 Salatiga, Jawa Tengah
  4. SMA Dharma Loka, Pekan Baru.
  5. SMAN 4 Pekanbaru
  6. SMAN 1 Sengkang

Mulai tahun ini, rencananya akan dilakukan pelatihan kader pemimpin muda untuk siswa SD kelas 4-5 yang akan dilaksanakan pada akhir bulan April 2015.

Info lebih lanjut dapat menghubungi Amril Muhammad hp. 08128262594

Kelas Anak CI+BI

ANAK CI+BI..
perlu dikelompokkan ke dalam kelas khusus bukan karena mereka tidak siap untuk hidup secara inklusif, tetapi mereka akan berprestasi dibawah normal (underachiever) ketika belajar dalam kelas bersama dengan siswa non CI+BI dalam kelas reguler.. Namun demikian.. sesekali mereka dapat bergabung bersama siswa non CI+BI dalam pelajaran atau program tertentu yang didasarkan atas kesamaan minat..

siswa asksel mts madiun 1

Nasib Layanan Pendidikan untuk Anak CI+BI Indonesia

DALAM 3 BULAN INI…

dialog dan diskusi tentang Gifted atau anak Cerdas+berbakat istimewa marak diinfokan di fb ini. Mulai dari tayangan di Metro TV dan Net TV, serangkaian diskusi di beberapa daerah, penerbitan buku tentang gifted, sampai dengan liputan di media cetak…Hal ini tentu sangat membahagiakan karena makin banyak orang peduli pada anak-anak CI+Bi Indonesia..

TAPI SAYANG…

sebagian kecil diantara mereka justru MENGOBRAK-ABRIK tatanan layanan pendidikan aksel yang kami gagas sejak tahun 2004… sebagian kecil orang-orang itu menyuarakan supaya akselerasi dibubarkan, menyatakan perilaku anak CI+BI membuat 3 orang guru mental dari sebuah sekolah. Di samping itu juga ada yang menginginkan kebijakan yang menyatakan IQ anak CI+BI min. 130 diturunkan menjadi 125 dengan alasan supaya sekolah dapat banyak siswa aksel. Masih ada sekolah/madrasah yang melakukan drill/latihan agar banyak anak yang dapet 130 supaya masuk kelas aksel, Ada juga sekolah yang memasukan siswa yang IQ di bawah 130 dengan alasan memenuhi kuota dan sebagainya.

Kondisi ini yang kemudian memunculkan ketidaksukaan sebagai masyarakat dan birokrat pendidikan yang menginginkan layanan aksel di Indonesia ditutup seperti keinginan seseorang yang bermukim di salah satu negara di eropa. Mereka dikenal masyarakat dan memperoleh ketenaran dan juga mungkin penghasilan karena diundang sebagai narasumber tentang Gifted, tapi pada saat yang sama mereka coba

KAMI..

memahami bahwa layanan aksel di Indonesia belum sempurna, tetapi itu bukan menjadi alasan untuk menutupnya, karena anak CI+BI berhak mendapatkan layanan pendidikan khusus sebagai hasil pertemuan UNESCO tahun 1994 di Salamanca dan UU 20/2003 tentang Sisdiknas dan peraturan lainnya.

KINI…

pekerjaan kami bertambah lagi dengan muncul pernyataan Mendikbud (yg segera lengser) yg menyatakan aksel diganti dengan pendalaman minat, yang itu sulit dilaksanakan. kami juga harus mengklarifikasi atau meluruskan pendapat-pendapat orang-orang itu kepada masyarakat, terutama guru dan siswa agar mereka tidak risau dengan segala macam wacana yang muncul soal penutupan aksel.

KAMI…

akan tetap berupaya memperjuangkan hak anak CI+BI indonesia di lingkungan sebagian masyarakat dan birokrat yang tidak paham dan tidak peduli pada anak CI+BI Indonesia. Sudah banyak prestasi yang dukir oleh anak CI+BI Indonesia di dalam maupun di luar negeri, tetapi orang2 itu seperti buta dan tuli sehingga mereka terus berupaya membubarkan layanan aksel.

MOHON Doa

semoga kami tetap memperjuangkan dan berharap kabinet baru memiliki mendikbud yang matanya tidak buta dan telinganya tidak tuli, untuk melihat fakta dan mendengar informasi tentang anak CI+BI Indonesia dan kemudian memiliki kepedulian untuk menjaga dan mengembangkannya.

Amiin..

100_6715OLYMPUS DIGITAL CAMERAsiswa sman 1 klaten

Mainan untuk Anak

SERINGKALI….
orang tua memberikan mainan pada anak, agar mereka bisa melakukan pekerjaan lain atau beristirahat. jika ini yang terjadi maka keberadaan mainan bagi anak tidak terlalu bermanfaat.

100_7003

Orang tua hendaknya mendampingi anak saat bermain, agar bisa memberikan stimulus dalam upaya tumbuh kembang anak. Pendampingan bisa berupa mengajarkan cara memainkan mainan, baik dengan cara yang seharusnya maupun membuat variasi cara lain. Selain itu, orangtua juga bisa mengajak anak memainkan mainan dengan bernyanyi dan bergerak. Oleh karena itu, orang tua perlu meluangkan waktu untuk bermain dengan anak.

Dalam mengoptimalkan stimulasi, orangtua perlu memberikan mainan pada anak sesuai dengan kategori usianya. Bila kategori usia mainan lebih rendah dari usianya, anak akan lebih mudah merasa bosan karena tidak ada tantangan. Sebaliknya, bila terlalu tinggi dari kategori umurnya, anak umumnya tidak akan mampu menikmati mainan yang diberikan

rujukan: Kompas.com

Penerapan Kur. 2013 di kelas Akselerasi

Pada tahun 2013, pemerintah mulai menerapkan kurikulum 2013 secara bertahap. Dimulai dengan adanya piloting di lebih dari 6000 sekolah mulai jenjang SD, SMP dan SMA/SMK. Sedangkan madrasah belum satupun melaksanakan kur 2013. Dari 6000 sekolah tersebut, diantaranya adalah sekolah-sekolah yang menyelenggarakan aksel. Namun pada tahun 2013 itu, khusus kelas aksel tidak menggunakan kurikulum 2013, karena Ujian nasional dengan Kur 2013 baru dilaksanakan pada tahun 2016, sedangkan siswa kelas aksel yang masuk pada tahun 2013 akan tamat pada tahun 2015. Mulai tahun 2014, sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa semua sekolah menerapkan kurikulum 2014 termasuk kelas akselerasi.

gambar Kur 2013

Di madrasah pada tahun 2014, baru akan mulai diterapkan kurikulum 2013. Berbeda dengan sekolah yang menggunakan model piloting, seluruh madrasah diwajibkan untuk melaksanakan kurikulum 2013. Hal ini diatur dalam surat edaran Dirjen Pendis Kemenag no. SE/DJ.I/HM/114. Oleh karena dimulai pada tahun 2014, maka ujian nasional di madrasah pada tahun 2016 masih menggunakan standar isi dan standar kompetensi lulusan dari permendikbud tahun 2006 atau dikenal dengan sebutan KTSP.

Point 2 dari surat edaran Dirjen Pendis menyatakan bahwa : “seluruh madrasah di lingkungan direktorat madrasah akan melaksanakan ujian nasional untuk tingkat madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah pada bulan mei-juni 2016 menggunakan tipe soal KTSP yang menjadi tanggung jawab Kemendikbud”.

Dengan mengacu pada point itu, berarti siswa baru kelas aksel di madrasah tahun 2014, akan mengikuti ujian nasional pada tahun 2016, soal ujian nasional model KTSP. Sayangnya surat edaran ini keliru dipahami oleh birokrat Pembina madrasah di daerah. Mereka hanya memahami point 1 dari edaran itu bahwa mulai tahun 2014, semua madrasah menerapkan kur 2013, tapi melihat point 2 dari surat edaran tersebut.

Jika kekeliruan pemahaman ini tidak segera dibetulkan, maka siswa kelas aksel angkatan tahun 2014 yang juga diharuskan mereka menggunakan kur 2013, pada tahun 2016 bisa jadi tidak kebagian soal UN, karena pada tahun 2016 tidak ada satupun madrasah yang menggunakan soal kur 2013 untuk ujian nasional. Asosiasi CI+BI Nasional sudah berusaha mengingatkan mereka akan kekeliruan ini, tapi sayangnya mereka tidak mau memahami. Kami hanya bisa berdoa, semoga birokrat-birokrat itu menyadari kekeliruannya dan segera mengubah pemahamannya, sehingga siswa kelas aksel di madrasah tidak dirugikan.

Wallahu ‘alam