Beasiswa Pendidikan CI+BI

Asosiasi CI BI Nasional bekerja sama dengan Perguruan Islam Nuurusshiddiiq Cirebon pada tahun pelajaran 2016/2017 akan membuka kelas CI+BI untuk siswa SMP dengan sistem boarding school. Tersedia program BEASISWA FULL untuk 20 orang dengan syarat berikut : 1. Beragama Islam … Baca lebih lanjut

Proses Eksplorasi Anak

SEORANG ANAK… memiliki kebutuhan akan eksplorasi guna membantu proses belajar dan tumbuh kembangnya. Kemampuan eksplorasi tersebut akan lebih baik dimulai sejak anak berusia dua tahun dan terus meningkat pesat hingga berusia enam tahun. Lewat survei yang dilakukan oleh BebeClub, ditemukan … Baca lebih lanjut

Anak CI+BI Go Green

Anak CI+BI harus punya perhatian untuk berbicara tentang menjadi ramah lingkungan. Anak-anak  secara alami memiliki antusiasme tentang belajar hal-hal baru. Dengan mengajarkan anak CI+BI,  mereka akan memperoleh pelajaran penting dari merawat bumi. Hal itu  akan menanamkan kebiasaan mereka akan dibawa mereka sampai … Baca lebih lanjut

AKSEL TETAP JALAN

Setelah sempat gonjang ganjing soal kelas akselerasi, kini mulai jelas bagaimana nasib layanan akselerasi itu. Mengacu pada Permendikbud no. 157 tahun 2014 tentang pendidikan khusus, akselerasi untuk tingkat SD/MI tetap berjalan seperti model yang selama ini sudah ada. Sedangkan untuk … Baca lebih lanjut

Task Commitment

Dalam acara Sudut Pandang bersama Fifi Aleyda Yahya di Metro TV tanggal 19 juli 2014, ada seorang narasumber yang menyatakan bahwa para “pengantin bom” atau pelaku bom bunuh diri di Indonesia, adalah mereka yang memiliki task commitment yang tinggi dan dapat diklasifikasi sebagai anak CI+BI. Ungkapan ini jelas tidak pas, karena bukan itu makna dari task commitment.

Seorang anak dapat diklasifikan sebagai CI+BI adalah mereka yang memiliki IQ very superior, kreativias baik dan juga task commitment yang baik

Task commitment mencakup: kemampuan mengubah motivasi menjadi tindakan (seperti ketekunan, daya tahan, dan kerja keras, rasa percaya diri, dan daya tarik khusus dengan topik tertentu). Tanpa komitmen pada tugas, prestasi tinggi sama sekali tidak mungkin. Komitmen pada tugas adalah rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas yang dihadapi, mendorong seseorang untuk tekun dan ulet, meskipun mengalami macam-macam rintangan dan hambatan, melakukan dan menyelesaikan tugas atas kehendak sendiri karena rasa tanggung jawab terhadap tugas tersebut.

Karakteristik atau ciri-ciri anak yang mempunyai task commitment tinggi, menurut Renzulli antara lain:

  1. Kapasitas untuk mendalami bidang tertentu yang ditekuni, antusias, keterlibatan tinggi, rasa ingin tahu tinggi pada bidang yang ditekuni;
  2. Ketekunan;
  3. Daya tahan kerja;
  4. Keyakinan diri mampu menyelesaikan tugas;
  5. Dorongan untuk berprestasi;
  6. Kemampuan mengenali masalah pada bidang yang ditekuni;
  7. Kemampuan menanggapi topik yang mutakhir terkait dengan bidang yang ia tekuni;
  8. Menetapkan standar kerja yang tinggi;
  9. Selalu bersedia melakukan introspeksi diri dan menerima kritik orang lain;
  10. Mampu mengembangkan rasa keindahan, kualitas, dan kesempurnaan pekerjaannya, maupun pekerjaan orang lain.

Tulisan ini merupakan klarifikasi sambil berharap semoga  di waktu yang akan datang jangan sampai ada lagi ada narasumber yang diundang untuk menyampaikan sesuatu gifted, tetapi tidak memiliki informasi dan kapasitas yang memadai.

REKAYASA SESAT UNTUK KELAS AKSELERASI

KITA….
tidak perlu merekayasa setiap anak menjadi anak CI+BI, tapi kita pasti bisa mengembangkan setiap anak sehingga mereka mencapai potensi maksimal.  Setiap anak memiliki potensi terbaik yang mereka bawa (nature) sejak lahir untuk dikembangkan dan diwujudkan dalam prestasi…..Oleh karena itu JANGAN rekayasa hasil psikotes demi untuk memasukkan anak ke dalam kelas akselerasi..

Dalam temuan di lapangan banyak penyelenggara layanan aksel melakukan rekayasa agar memperoleh siswa lebih banyak untuk kelas aksel. Ada dua cara yang biasa mereka lakukan, yaitu:

1. Melakukan drill/latihan mengerjakan soal-soal psikotes, beberapa hari/minggu sebelum psikotes yang sebenarnya dilakukan.

2. Bekerjasama dengan oknum psikolog/lembaga psikologi/PT yang memiliki fak/jurusan psikologi agar diperoleh siswa dengan skor min. 130 dalam jumlah yang memadai

JANGAN juga rekayasa menurunkan ketentuan/aturan skor IQ agar lebih banyak siswa yang masuk ke dalam kelas akselerasi. Saat ini ada upaya sebagian pihak untuk menurunkan aturan minimal IQ untuk anak bisa masuk kelas akselerasi, dengan cara mengubah Pedoman layanan akselerasi. Hal ini dilakukan agar mereka bisa mendapatkan jumlah siswa lebih banyak. Perilaku semacam adalah perilaku buruk. Ibaratnya kita menjual barang, tapi pembeli sedikit, lalu kita menurunkan harga sehingga barang tersebut menjadi lebih laku. Mereka lupa bahwa pendidikan khusus untuk anak CI+BI diberikan kepada mereka yang memiliki potensi sebagai anak CI+BI, bukan direkayasa menjadi anak CI+BI.

Kelas AKSELERASI bukan kelas yang lebih “tinggi” dari kelas reguler…masing-masing anak punya tempat terbaik untuk mengembangkan potensi mereka, tidak perlu dipaksakan masuk kelas akselerasi..Kelas reguler cocok untuk anak yang normal secara intelektual, sebagaimana SLB C/tuna grahita cocok untuk siswa yang memiliki kategori intelektual tuna grahita ringan, sedang ataupun berat, karena mereka akan mendapatkan layanan pembelajaran sesuai kemampuan mereka..

BERMAIN untuk BELAJAR

Pola ‘belajar’ yang diterapkan oleh orang tua sebagai lingkungan pertama bagi anak akan berpengaruh pada perkembangan anak ditahap selanjutnya.”Bermain punya peran penting. Anak berbagi rasa. Lewat permainan juga akan muncul rasa berbagi dan sosial. Anak-anak juga suka ekspresi wajah, dan ini bisa didapatkan dari bermain termasuk bersama kedua orangtuanya.

bermain punya banyak manfaat di antaranya:
* Membantu mengerti tentang lingkungan sekitar.
* Mendorong anak untuk belajar memecahkan masalah.
* Membantu anak mengembangkan kreativitas.
* Mengembangkan kemampuan sosialisasi dan komunikasi pada anak.
* Meningkatkan kesehatan tubuh

untuk info lebih lanjut: http://health.kompas.com/read/2013/10/07/0859469/Tanpa.Bermain.Anak.Kehilangan.Momen.Belajar