Kemampuan AKP

ada 3 kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang anak CI+BI untuk bisa menjadi sukses dalam studi dan karir . Naman AKP yang merupakan singkatan dari : Analitis, Kreatif , dan Praktis .

Kemampuan analitis adalah kemampuan dalam menganalisis permasalahan, melakukan perencanaan, dan membuat gagasan yang kongkrit. Termasuk kemampuan analitis adalah: analitis verbal, analitis numerik, dan analitis figural.

kemampuan kreatif adalah kemampuan menemukan sesuatu yang baru, mendisain, memodifikasi dan memunculkan ide yang inovatif. Ruang lingkupnya adalah kreatif verbal, kreatif numerik dan kreatif figural.

Kemampuan praktis adalah kemampuan dalam menggunakan konsep dan menyelesaikan permasalahans sehari-hari yang konkrit. kemampuan praktis mencakup verbal, numerikal dan figural.

Iklan

Anita Dwi Suprapty

Salut buat Anita Dwi Suprapty @anitakatta24 alumni aksel angk. 1 MAN Lamongan, lulusan pertama prodi pendidikan IPA Universitas Negeri Malang (UM) dan menjadi alumni UM pertama yg lulus seleksi yg ketat untuk program beasiswa Magister Keamanan Energi di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan).

Prestasinya makin mentereng dengan lolos seleksi call paper seminar nasional tentang hukum dan kewarganegaraan yg diselenggarakan mahasiswa Fakults Ilmu Sosial UM tgl 11 nop 2017.. Anita juga menjadi satu satunya pemakalah dalam seminar nasional tersebut yg latar belakang keilmuannya bidang IPA. Anita juga menyajikan prespektif lain tentang mempertahankan jati diri bangsa melalui upaya hemat energi karena perilaku hemat energi memungkinkan energi yg ada bisa dibagi ke lebih banyak anak bangsa Indonesia untuk menikmati hasil pembangunan dan dlm upaya mewujudkan sila kelima Pancasila.
Anak CI+BI Indonesia jika diberi peluang dan didukung untuk berkiprah maka akan menghasilkan karya terbaik.. dan Anita sudah membuktikan itu..

Beasiswa Pendidikan CI+BI

Asosiasi CI BI Nasional bekerja sama dengan Perguruan Islam Nuurusshiddiiq Cirebon pada tahun pelajaran 2016/2017 akan membuka kelas CI+BI untuk siswa SMP dengan sistem boarding school. Tersedia program BEASISWA FULL untuk 20 orang dengan syarat berikut : 1. Beragama Islam … Baca lebih lanjut

AKSEL TETAP JALAN

Setelah sempat gonjang ganjing soal kelas akselerasi, kini mulai jelas bagaimana nasib layanan akselerasi itu. Mengacu pada Permendikbud no. 157 tahun 2014 tentang pendidikan khusus, akselerasi untuk tingkat SD/MI tetap berjalan seperti model yang selama ini sudah ada. Sedangkan untuk … Baca lebih lanjut

Kelas Anak CI+BI

ANAK CI+BI..
perlu dikelompokkan ke dalam kelas khusus bukan karena mereka tidak siap untuk hidup secara inklusif, tetapi mereka akan berprestasi dibawah normal (underachiever) ketika belajar dalam kelas bersama dengan siswa non CI+BI dalam kelas reguler.. Namun demikian.. sesekali mereka dapat bergabung bersama siswa non CI+BI dalam pelajaran atau program tertentu yang didasarkan atas kesamaan minat..

siswa asksel mts madiun 1

Nasib Layanan Pendidikan untuk Anak CI+BI Indonesia

DALAM 3 BULAN INI…

dialog dan diskusi tentang Gifted atau anak Cerdas+berbakat istimewa marak diinfokan di fb ini. Mulai dari tayangan di Metro TV dan Net TV, serangkaian diskusi di beberapa daerah, penerbitan buku tentang gifted, sampai dengan liputan di media cetak…Hal ini tentu sangat membahagiakan karena makin banyak orang peduli pada anak-anak CI+Bi Indonesia..

TAPI SAYANG…

sebagian kecil diantara mereka justru MENGOBRAK-ABRIK tatanan layanan pendidikan aksel yang kami gagas sejak tahun 2004… sebagian kecil orang-orang itu menyuarakan supaya akselerasi dibubarkan, menyatakan perilaku anak CI+BI membuat 3 orang guru mental dari sebuah sekolah. Di samping itu juga ada yang menginginkan kebijakan yang menyatakan IQ anak CI+BI min. 130 diturunkan menjadi 125 dengan alasan supaya sekolah dapat banyak siswa aksel. Masih ada sekolah/madrasah yang melakukan drill/latihan agar banyak anak yang dapet 130 supaya masuk kelas aksel, Ada juga sekolah yang memasukan siswa yang IQ di bawah 130 dengan alasan memenuhi kuota dan sebagainya.

Kondisi ini yang kemudian memunculkan ketidaksukaan sebagai masyarakat dan birokrat pendidikan yang menginginkan layanan aksel di Indonesia ditutup seperti keinginan seseorang yang bermukim di salah satu negara di eropa. Mereka dikenal masyarakat dan memperoleh ketenaran dan juga mungkin penghasilan karena diundang sebagai narasumber tentang Gifted, tapi pada saat yang sama mereka coba

KAMI..

memahami bahwa layanan aksel di Indonesia belum sempurna, tetapi itu bukan menjadi alasan untuk menutupnya, karena anak CI+BI berhak mendapatkan layanan pendidikan khusus sebagai hasil pertemuan UNESCO tahun 1994 di Salamanca dan UU 20/2003 tentang Sisdiknas dan peraturan lainnya.

KINI…

pekerjaan kami bertambah lagi dengan muncul pernyataan Mendikbud (yg segera lengser) yg menyatakan aksel diganti dengan pendalaman minat, yang itu sulit dilaksanakan. kami juga harus mengklarifikasi atau meluruskan pendapat-pendapat orang-orang itu kepada masyarakat, terutama guru dan siswa agar mereka tidak risau dengan segala macam wacana yang muncul soal penutupan aksel.

KAMI…

akan tetap berupaya memperjuangkan hak anak CI+BI indonesia di lingkungan sebagian masyarakat dan birokrat yang tidak paham dan tidak peduli pada anak CI+BI Indonesia. Sudah banyak prestasi yang dukir oleh anak CI+BI Indonesia di dalam maupun di luar negeri, tetapi orang2 itu seperti buta dan tuli sehingga mereka terus berupaya membubarkan layanan aksel.

MOHON Doa

semoga kami tetap memperjuangkan dan berharap kabinet baru memiliki mendikbud yang matanya tidak buta dan telinganya tidak tuli, untuk melihat fakta dan mendengar informasi tentang anak CI+BI Indonesia dan kemudian memiliki kepedulian untuk menjaga dan mengembangkannya.

Amiin..

100_6715OLYMPUS DIGITAL CAMERAsiswa sman 1 klaten