Beasiswa Pendidikan CI+BI

Asosiasi CI BI Nasional bekerja sama dengan Perguruan Islam Nuurusshiddiiq Cirebon pada tahun pelajaran 2016/2017 akan membuka kelas CI+BI untuk siswa SMP dengan sistem boarding school. Tersedia program BEASISWA FULL untuk 20 orang dengan syarat berikut : 1. Beragama Islam … Baca lebih lanjut

Proses Eksplorasi Anak

SEORANG ANAK… memiliki kebutuhan akan eksplorasi guna membantu proses belajar dan tumbuh kembangnya. Kemampuan eksplorasi tersebut akan lebih baik dimulai sejak anak berusia dua tahun dan terus meningkat pesat hingga berusia enam tahun. Lewat survei yang dilakukan oleh BebeClub, ditemukan … Baca lebih lanjut

AKSEL TETAP JALAN

Setelah sempat gonjang ganjing soal kelas akselerasi, kini mulai jelas bagaimana nasib layanan akselerasi itu. Mengacu pada Permendikbud no. 157 tahun 2014 tentang pendidikan khusus, akselerasi untuk tingkat SD/MI tetap berjalan seperti model yang selama ini sudah ada. Sedangkan untuk … Baca lebih lanjut

Membentuk Pemimpin Muda

Kepemimpinan adalah salah satu bentuk kecerdasan. Anak-anak sejak berusia 10-11 tahun banyak sudah matang secara biologis, namun belum secara psikologis. Mereka cenderung mulai berkelompok dengan teman-temannya yang lebih didasarkan alasan emosional. Sehingga kelompok yang mereka ikuti seringkali mengarah pada hal-hal yang kurang positif. Untuk meminimalisasi kondisi itu, mereka perlu diberikan informasi tentang diri mereka sendiri dan bagaimana mereka berinteraksi dalam kelompok, sebagai anggota maupun pemimpin. Dengan demikian akan muncul pemahaman diri dan tahu tanggung jawab yang mereka emban.

Linda Lambert menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak, tanggung jawab dan kemempuan untuk menjadi seorang pemimpin. Sokoloski menyebutkan bahwa Pemimpin tidak lahir begitu saja. Kepemimpinan dipelajari dan dikembangkan. Sedangkan Marilyn dan Moller menyatakan bahwa para pemimpin tidak lahir begitu saja. Mereka tumbuh dan berkembang di dalam ilmu, ketrampilan dan sikapnya, sehingga pada akhirnya menjadi pemimpin yang hebat.

Pelatihan kepemimpinan yang baru dilakukan di tingkat SMP atau bahkan di bangku kuliah, relatif agak terlambat. padahal setiap individu pada dasarnya memiliki potensi sebagai pemimpin. Oleh karena itu, setiap anak perlu diberikan pelatihan kepempimpinan sejak usia belia, agar mereka bisa mengenali kemampuan diri dan memiliki keterampilan memimpin yang memadai.

Berdasarkan pemikiran di atas, Asosiasi CI+BI Nasional akan menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan untuk siswa kelas 4-5 SD/MI yang diberi nama PeKa PEMUDA Nasional.

Sampai dengan akhir tahun 2014, Asosiasi CI+BI telah bekerjasama dengan beberapa sekolah dan madrasah untuk menyelenggarakan pelatihan dasar kepemimpinan untuk siswa kelas akselerasi. sekolah dan madrasah tersebut antara lain :

  1. MTsN Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan Jawa timur
  2. MTsN Bangkalan, Jawa Timur
  3. SMAN 1 Salatiga, Jawa Tengah
  4. SMA Dharma Loka, Pekan Baru.
  5. SMAN 4 Pekanbaru
  6. SMAN 1 Sengkang

Mulai tahun ini, rencananya akan dilakukan pelatihan kader pemimpin muda untuk siswa SD kelas 4-5 yang akan dilaksanakan pada akhir bulan April 2015.

Info lebih lanjut dapat menghubungi Amril Muhammad hp. 08128262594

Penerapan Kur. 2013 di kelas Akselerasi

Pada tahun 2013, pemerintah mulai menerapkan kurikulum 2013 secara bertahap. Dimulai dengan adanya piloting di lebih dari 6000 sekolah mulai jenjang SD, SMP dan SMA/SMK. Sedangkan madrasah belum satupun melaksanakan kur 2013. Dari 6000 sekolah tersebut, diantaranya adalah sekolah-sekolah yang menyelenggarakan aksel. Namun pada tahun 2013 itu, khusus kelas aksel tidak menggunakan kurikulum 2013, karena Ujian nasional dengan Kur 2013 baru dilaksanakan pada tahun 2016, sedangkan siswa kelas aksel yang masuk pada tahun 2013 akan tamat pada tahun 2015. Mulai tahun 2014, sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa semua sekolah menerapkan kurikulum 2014 termasuk kelas akselerasi.

gambar Kur 2013

Di madrasah pada tahun 2014, baru akan mulai diterapkan kurikulum 2013. Berbeda dengan sekolah yang menggunakan model piloting, seluruh madrasah diwajibkan untuk melaksanakan kurikulum 2013. Hal ini diatur dalam surat edaran Dirjen Pendis Kemenag no. SE/DJ.I/HM/114. Oleh karena dimulai pada tahun 2014, maka ujian nasional di madrasah pada tahun 2016 masih menggunakan standar isi dan standar kompetensi lulusan dari permendikbud tahun 2006 atau dikenal dengan sebutan KTSP.

Point 2 dari surat edaran Dirjen Pendis menyatakan bahwa : “seluruh madrasah di lingkungan direktorat madrasah akan melaksanakan ujian nasional untuk tingkat madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah pada bulan mei-juni 2016 menggunakan tipe soal KTSP yang menjadi tanggung jawab Kemendikbud”.

Dengan mengacu pada point itu, berarti siswa baru kelas aksel di madrasah tahun 2014, akan mengikuti ujian nasional pada tahun 2016, soal ujian nasional model KTSP. Sayangnya surat edaran ini keliru dipahami oleh birokrat Pembina madrasah di daerah. Mereka hanya memahami point 1 dari edaran itu bahwa mulai tahun 2014, semua madrasah menerapkan kur 2013, tapi melihat point 2 dari surat edaran tersebut.

Jika kekeliruan pemahaman ini tidak segera dibetulkan, maka siswa kelas aksel angkatan tahun 2014 yang juga diharuskan mereka menggunakan kur 2013, pada tahun 2016 bisa jadi tidak kebagian soal UN, karena pada tahun 2016 tidak ada satupun madrasah yang menggunakan soal kur 2013 untuk ujian nasional. Asosiasi CI+BI Nasional sudah berusaha mengingatkan mereka akan kekeliruan ini, tapi sayangnya mereka tidak mau memahami. Kami hanya bisa berdoa, semoga birokrat-birokrat itu menyadari kekeliruannya dan segera mengubah pemahamannya, sehingga siswa kelas aksel di madrasah tidak dirugikan.

Wallahu ‘alam

Task Commitment

Dalam acara Sudut Pandang bersama Fifi Aleyda Yahya di Metro TV tanggal 19 juli 2014, ada seorang narasumber yang menyatakan bahwa para “pengantin bom” atau pelaku bom bunuh diri di Indonesia, adalah mereka yang memiliki task commitment yang tinggi dan dapat diklasifikasi sebagai anak CI+BI. Ungkapan ini jelas tidak pas, karena bukan itu makna dari task commitment.

Seorang anak dapat diklasifikan sebagai CI+BI adalah mereka yang memiliki IQ very superior, kreativias baik dan juga task commitment yang baik

Task commitment mencakup: kemampuan mengubah motivasi menjadi tindakan (seperti ketekunan, daya tahan, dan kerja keras, rasa percaya diri, dan daya tarik khusus dengan topik tertentu). Tanpa komitmen pada tugas, prestasi tinggi sama sekali tidak mungkin. Komitmen pada tugas adalah rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas yang dihadapi, mendorong seseorang untuk tekun dan ulet, meskipun mengalami macam-macam rintangan dan hambatan, melakukan dan menyelesaikan tugas atas kehendak sendiri karena rasa tanggung jawab terhadap tugas tersebut.

Karakteristik atau ciri-ciri anak yang mempunyai task commitment tinggi, menurut Renzulli antara lain:

  1. Kapasitas untuk mendalami bidang tertentu yang ditekuni, antusias, keterlibatan tinggi, rasa ingin tahu tinggi pada bidang yang ditekuni;
  2. Ketekunan;
  3. Daya tahan kerja;
  4. Keyakinan diri mampu menyelesaikan tugas;
  5. Dorongan untuk berprestasi;
  6. Kemampuan mengenali masalah pada bidang yang ditekuni;
  7. Kemampuan menanggapi topik yang mutakhir terkait dengan bidang yang ia tekuni;
  8. Menetapkan standar kerja yang tinggi;
  9. Selalu bersedia melakukan introspeksi diri dan menerima kritik orang lain;
  10. Mampu mengembangkan rasa keindahan, kualitas, dan kesempurnaan pekerjaannya, maupun pekerjaan orang lain.

Tulisan ini merupakan klarifikasi sambil berharap semoga  di waktu yang akan datang jangan sampai ada lagi ada narasumber yang diundang untuk menyampaikan sesuatu gifted, tetapi tidak memiliki informasi dan kapasitas yang memadai.

Kurikulum 2013 untuk kelas Akselerasi

UNTUK SEKOLAH…
yang menjadi piloting penerapan K-13 pada mulai tahun 2013, maka pada tahun pelajaran 2014/2015 kelas sudah menerapkan K-13. siswa aksel ini akan mengikuti UN dengan K-13 pada tahun 2016.

Sedangkan sekolah yang baru tahun 2014 ini menerapkan K-13, maka kelas aksel baru menggunakan K-13 pada tahun 2015. siswa ini akan mengikuti UN K-13 pada tahun 2016.

Untuk madrasah, kelas aksel baru akan menggunakan K-13 pada tahun 2015, karena ujian nasional dengan K-13 di madrasah baru dilakukan pada tahun 2017.