Tujuan Aksel

TUJUAN program akslelerasi untuk anak CI+BI:

  1. menyesuaikan kecepatan belajar dengan kemampuan siswa CI+BI
  2. Memberikan tantangan belajar pada tingkatan yang sesuai untuk menghindari kejenuhan belajar akibat dari pembelajaran yang diulang-ulang
  3. mengurangi waktu untuk menyelesaikan sekolah secara tradisional

Sumber: NAGC

Bersama siswa CI+BI di kelas Aksel MTsN Lumajang

Bersama siswa CI+BI di kelas Aksel MTsN Lumajang

GURU “stressor” anak CI+BI

PENDIDIKAN KHUSUS..
bagi anak CI+BI merupakan kebutuhan mutlak. pengelola sekolah yang tidak peka terhadap kebuthan anak CI+BI di sekolahnya menjadikan potensi anak tersia-sia. Tanpa pendidikan khusus yang dirancang dan dilaksanakan dengan benar, anak CI+BI tidak bisa berkembang optimal , bahkan cenderung menjadi siswa yang bermasalah karena kebutuhan belajarnya tidak terpenuhi..

Layanan untuk anak CI+BI harus diampu oleh guru yang kompeten. Tidak semua guru dapat menjadi guru efektif bagi anak Ci+BI. Dibutuhkan karakteristik intelektual dan kepribadian yang spesifik, serta dibutuhkan pelatihan agar guru dapat menyusun kurikulum diferensiasi, menggunakan metode pembelajaran dan evaluasi yang tepat agar anak CI+BI bisa berkembang optimal.

Masih banyaknya guru yang tidak mendaptkan pelatihan tentang layanan aksel secara mamadai, menjadikan guru tersebut menjadi “stressor” bagi anak CI+BI dan memiliki kemungkinan untuk menjadi potensi anak CI+BI menjadi layu sebelum berkembang.

#AmrilMuhammad

Syarat UN untuk Siswa kelas Akselerasi..

ALHAMDULILLAH…
di hari ulang tahun Asosiasi CI+BI Nasional yang keenam dan diangka bagus.. 11-12-13…. kami sudah mendapatkan pemberitahuan dari BSNP bahwa siswa kelas akselerasi yang bisa ikut ujian nasional untuk tahun pelajaran 2013-2014 adalah mereka yang memiliki hasil tes IQ min. 130…

Dengan demikian segelintir pihak (al: pakde supri, mas bro, bang toha) yang mengatakan di beberapa forum, bahwa sekolah/madrasah yang tidak cukup memiliki siswa kelas aksel, boleh menerima mereka yang IQ min. 125 ke kelas aksel dan menjanjikan bisa mengurus ke BSNP supaya bisa ikut UN, adalah penipuan dan pembohongan..

Semoga para kepala sekolah/madrasah itu menjadi sadar bahwa mereka telah dibohongi/ditipu oknum-oknum tersebut.
Layanan aksel bukanlah barang dagangan, yang jika kurang siswa, maka diturunkan harganya dengan mengurangi angka skor IQ min. dari 130 ke min. 125, agar bisa memperoleh siswa yang banyak.

Penetapan angka IQ min. 130 bukan asal-asalan, tetapi berdasarkan hasil kajian literatur yang kami lakukan. Beberapa ahli al:
1. Weschler (2003, 2008, 2012)
2. Stanford-binnet (2003)
3. Woodcock-Johnson R (2007)
4. Kaufman (1993)
5. Das-Naglieri (1997)
6.Colin D. Elliott (2007)
7. Cecil Reynolds and Randy Kamphaus (2003)

Betapapun kebohongan/penipuan itu mereka kemas dengan diam-diam dan terencana, kami bersyukur bisa melawannya. Kebenaran tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh kebusukan dan kebohongan

syarat peserta UN tahun pelajaran 2013/2014 dapat dilihat pada link berikut

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/sites/default/files/POS%20UN%20Tahun%20Pelajaran%202013-2014_0.pdf

 

REKAYASA SESAT UNTUK KELAS AKSELERASI

KITA….
tidak perlu merekayasa setiap anak menjadi anak CI+BI, tapi kita pasti bisa mengembangkan setiap anak sehingga mereka mencapai potensi maksimal.  Setiap anak memiliki potensi terbaik yang mereka bawa (nature) sejak lahir untuk dikembangkan dan diwujudkan dalam prestasi…..Oleh karena itu JANGAN rekayasa hasil psikotes demi untuk memasukkan anak ke dalam kelas akselerasi..

Dalam temuan di lapangan banyak penyelenggara layanan aksel melakukan rekayasa agar memperoleh siswa lebih banyak untuk kelas aksel. Ada dua cara yang biasa mereka lakukan, yaitu:

1. Melakukan drill/latihan mengerjakan soal-soal psikotes, beberapa hari/minggu sebelum psikotes yang sebenarnya dilakukan.

2. Bekerjasama dengan oknum psikolog/lembaga psikologi/PT yang memiliki fak/jurusan psikologi agar diperoleh siswa dengan skor min. 130 dalam jumlah yang memadai

JANGAN juga rekayasa menurunkan ketentuan/aturan skor IQ agar lebih banyak siswa yang masuk ke dalam kelas akselerasi. Saat ini ada upaya sebagian pihak untuk menurunkan aturan minimal IQ untuk anak bisa masuk kelas akselerasi, dengan cara mengubah Pedoman layanan akselerasi. Hal ini dilakukan agar mereka bisa mendapatkan jumlah siswa lebih banyak. Perilaku semacam adalah perilaku buruk. Ibaratnya kita menjual barang, tapi pembeli sedikit, lalu kita menurunkan harga sehingga barang tersebut menjadi lebih laku. Mereka lupa bahwa pendidikan khusus untuk anak CI+BI diberikan kepada mereka yang memiliki potensi sebagai anak CI+BI, bukan direkayasa menjadi anak CI+BI.

Kelas AKSELERASI bukan kelas yang lebih “tinggi” dari kelas reguler…masing-masing anak punya tempat terbaik untuk mengembangkan potensi mereka, tidak perlu dipaksakan masuk kelas akselerasi..Kelas reguler cocok untuk anak yang normal secara intelektual, sebagaimana SLB C/tuna grahita cocok untuk siswa yang memiliki kategori intelektual tuna grahita ringan, sedang ataupun berat, karena mereka akan mendapatkan layanan pembelajaran sesuai kemampuan mereka..

BERMAIN untuk BELAJAR

Pola ‘belajar’ yang diterapkan oleh orang tua sebagai lingkungan pertama bagi anak akan berpengaruh pada perkembangan anak ditahap selanjutnya.”Bermain punya peran penting. Anak berbagi rasa. Lewat permainan juga akan muncul rasa berbagi dan sosial. Anak-anak juga suka ekspresi wajah, dan ini bisa didapatkan dari bermain termasuk bersama kedua orangtuanya.

bermain punya banyak manfaat di antaranya:
* Membantu mengerti tentang lingkungan sekitar.
* Mendorong anak untuk belajar memecahkan masalah.
* Membantu anak mengembangkan kreativitas.
* Mengembangkan kemampuan sosialisasi dan komunikasi pada anak.
* Meningkatkan kesehatan tubuh

untuk info lebih lanjut: http://health.kompas.com/read/2013/10/07/0859469/Tanpa.Bermain.Anak.Kehilangan.Momen.Belajar

SEMUA ORANG TUA…..
menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, begitu juga orang tua anak CI+BI. Sayangnya masih banyak orang tua yang tidak memahami karakteristik anak CI+BI, sehingga mereka melakukan kekeliruan dalam melakukan pendampingan untuk pengembangan potensi putra putrinya…

Jadi…..

kenali karakteristik kognitif maupun psikologis anak CI+BI, agar pendampingan yang dilakukan menjadi efektif dan potensi anak CI+BI berkembang dan menghasilkan kinerja yang optimal..

#amril muhammad