Nasib Layanan Pendidikan untuk Anak CI+BI Indonesia

DALAM 3 BULAN INI…

dialog dan diskusi tentang Gifted atau anak Cerdas+berbakat istimewa marak diinfokan di fb ini. Mulai dari tayangan di Metro TV dan Net TV, serangkaian diskusi di beberapa daerah, penerbitan buku tentang gifted, sampai dengan liputan di media cetak…Hal ini tentu sangat membahagiakan karena makin banyak orang peduli pada anak-anak CI+Bi Indonesia..

TAPI SAYANG…

sebagian kecil diantara mereka justru MENGOBRAK-ABRIK tatanan layanan pendidikan aksel yang kami gagas sejak tahun 2004… sebagian kecil orang-orang itu menyuarakan supaya akselerasi dibubarkan, menyatakan perilaku anak CI+BI membuat 3 orang guru mental dari sebuah sekolah. Di samping itu juga ada yang menginginkan kebijakan yang menyatakan IQ anak CI+BI min. 130 diturunkan menjadi 125 dengan alasan supaya sekolah dapat banyak siswa aksel. Masih ada sekolah/madrasah yang melakukan drill/latihan agar banyak anak yang dapet 130 supaya masuk kelas aksel, Ada juga sekolah yang memasukan siswa yang IQ di bawah 130 dengan alasan memenuhi kuota dan sebagainya.

Kondisi ini yang kemudian memunculkan ketidaksukaan sebagai masyarakat dan birokrat pendidikan yang menginginkan layanan aksel di Indonesia ditutup seperti keinginan seseorang yang bermukim di salah satu negara di eropa. Mereka dikenal masyarakat dan memperoleh ketenaran dan juga mungkin penghasilan karena diundang sebagai narasumber tentang Gifted, tapi pada saat yang sama mereka coba

KAMI..

memahami bahwa layanan aksel di Indonesia belum sempurna, tetapi itu bukan menjadi alasan untuk menutupnya, karena anak CI+BI berhak mendapatkan layanan pendidikan khusus sebagai hasil pertemuan UNESCO tahun 1994 di Salamanca dan UU 20/2003 tentang Sisdiknas dan peraturan lainnya.

KINI…

pekerjaan kami bertambah lagi dengan muncul pernyataan Mendikbud (yg segera lengser) yg menyatakan aksel diganti dengan pendalaman minat, yang itu sulit dilaksanakan. kami juga harus mengklarifikasi atau meluruskan pendapat-pendapat orang-orang itu kepada masyarakat, terutama guru dan siswa agar mereka tidak risau dengan segala macam wacana yang muncul soal penutupan aksel.

KAMI…

akan tetap berupaya memperjuangkan hak anak CI+BI indonesia di lingkungan sebagian masyarakat dan birokrat yang tidak paham dan tidak peduli pada anak CI+BI Indonesia. Sudah banyak prestasi yang dukir oleh anak CI+BI Indonesia di dalam maupun di luar negeri, tetapi orang2 itu seperti buta dan tuli sehingga mereka terus berupaya membubarkan layanan aksel.

MOHON Doa

semoga kami tetap memperjuangkan dan berharap kabinet baru memiliki mendikbud yang matanya tidak buta dan telinganya tidak tuli, untuk melihat fakta dan mendengar informasi tentang anak CI+BI Indonesia dan kemudian memiliki kepedulian untuk menjaga dan mengembangkannya.

Amiin..

100_6715OLYMPUS DIGITAL CAMERAsiswa sman 1 klaten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s