EVALUASI LAYANAN AKSELERASI

Berdasarkan berita yang dimunculkan dalam Koran Sindo beberapa hari lalu, Kemendikbud akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan layanan akselerasi di sekolah. Hal ini tentu perlu disambut dengan baik, karena sebuah program atau layanan yang diberikan kepada masyarakat perlu dievaluasi apakah sudah memenuhi harapan yang ada atau belum.

Disadari betul memang masih banyak penyimpangan yang terjadi dalam layanan aksel, terutama kriteria siswa yang bisa masuk kelas aksel. Pedoman yang dikeluarkan oleh Kemendikbud sudah jelas-jelas menyatakan bahwa siswa yang berhak masuk kelas aksel adalah mereka yang memiliki IQ min. 130. Dalam prakteknya banyak sekolah dan madrasah yang tidak memenuhi ketentuan itu. Belum lagi ternyata juga ditemukan sekolah/madrasah membuka layanan aksel untuk meningkatkan gengsi dan bisa mengakses dana untuk. Penyimpangan lain yang dilakukan sekolah/madrasah untuk memenuhi siswa yang memiliki IQ 130 adalah dengan cara memberikan pelatihan terlebih dahulu kepda calon siswa mengerjakan soal-soal psikotes. Yang terjadi mereka dapat angka tersebut, tetapi kemampuan sebenarnya bukanlah seperti. akhirnya ketika proses pembelajaran dilakukan, tampaklah bahwa mereka bukan anak kategori very superior, tetapi anak dengan IQ normal yang lebih tepat ditempatkan di kelas reguler.

yang lebih memprihatinkan lagi adalah munculnya sekolah madrasah yang melakukan akselerasi kepada semua siswanya, meskipun mereka tidak memenuhi kriteria itu. hal ini ditemukan pada 1 sekolah di kawasan cikarang, 1 sekolah di kawasan bandung dan 2 madrasah di kawasan mojokerto. meskipun berkali-kali diingatkan, pimpinan sekolah/madrasah itu tetap meneruskan cara bekerja mereka yang menyimpang itu.

penyimpangan lain yang dilakukan, adalah menyiasati kebijakan untuk mengikuti Ujian nasional untuk siswa kelas aksel pada tahun 2013. POS UN tahun 2013 yang diterbitkan BSNP telah menetapkan bahwa peserta ujian nasional untuk kelas aksel harus memenuhi syarat angka IQ minimal 130. ketentuan ,ini mengakibatkan sekolah/madrasah yang siswa tidak memenuhi syarat semacam itu menjadi kelimpungan. Lagi-lagi cara tidak etis dilakukan seperti beberapa madrasah  yang melakukan uji ulang siswa di salah satu kabupaten di jawa timur bekerja sama dengan sebuah perguruan tinggi setempat. mereka melakukan ujian ulang untuk mendapatkan angka minimal 130. yang menyedihkannya perguruan tinggi tersebut bersedia memenuhi permintaan para pengelola madrasah tersebut. akhirnya keluarkan laporan hasil psikotes memberikan skor IQ siswa itu semuanya min. 130.

mengacu kepada kondisi tersebut, maka evaluasi memang harus dilakukan dalam upaya untuk perbaikan layanan, bukan bermuara pada penutupan atau pembubaran layanan aksel, sebagaimana disuarakan oleh beberapa orang, salahsatunya adalah seseorang yang tinggal di negara belanda.

hak untuk mendapatkan layanan bagi siswa yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa sesuai kebutuhannya, adalah amanat undang-undang sebagaimana diberikan kepada anak-anak normal atau anak-anak berkebutuhan khusus lainnya. pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi anak, bukan untuk menyamaratakan. keberadaan anak-anak dengan kualifikasi CI+BI akan terus ada sampai kehidupan dunia ini berakhir. Artinya mereka berhak mendapatkan apa yang sehrusnya mereka dapatkan.

Evaluasi layanan akselerasi harus didukung untuk meminimalisasi penyimpangan-pernyimpangan yang dilakukan oleh sekolah dan madrasah. evaluasi harus mengarah pada adanya upaya perbaikan dalam upaya optimalisasi layanan akselerasi yang sesuai dengan kaidah-kaidah akademis maupun yuridis. Dalam konteks ini, Asosiasi CI+BI Nasional siap berkolaborasi dengan Kemendikbud untuk melakukan evaluasi layanan aksel dan melakukan pembinaan yang memadai untuk layanan akselerasi di sekolah dan madrasah.

Penulis  : Amril Muhammad

19 thoughts on “EVALUASI LAYANAN AKSELERASI

  1. Pak Amril mohon bantuan bagaimana anak aksel angkatan 2013 /2014 apakah kurikulum yang diterapkam harus kurikulum 2013 ? Jika ya ! bagaimana dua tahun kedepan saat ujian nasionalnya sebab ujian massa itu masih kurikulum ktsp (lama) sedangkan anak aksel sudah kurikulum baru dan sistem unasnya berbeda

  2. pak Bachtiar…
    untuk aksel tahun 2013 tetap menggunakan kurikulum standar isi, karena UN dengan kurikulum 2013 baru dilaksanakan tahun 2016..itupun kalo tidak ada perubahan kebijakan baru. Sebuah sekolah bisa menerapkan kurikulum 2013 apabila memang ditunjuk untuk melaksanakan atau mendaftar dulu ke Kemendikbud.
    Tks.

  3. Pak Amril. Saya ingin bertanya. Jika siswa mempelajari buku tes IQ sebelum tes tersebut dilaksanakan,apakah hal tersebut akan sangat berpengaruh dengan meningkatnya nilai IQ nya? jika anak tersebut telah menjadi siswa akselerasi dan masih bertahan hingga saat ini namun sebelum tes IQ siswa tersebut mempelajari buku tes IQ,apakah siswa tersebut harus dipindah ke kelas reguler atau tetap berada di kelas akselerasi? mohon pencerahan

  4. mbak sari yth..
    ini pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karena saya tidak memiliki data faktual tentang hal itu. Secara umum apapun yang dibaca atau dipelajari seseorng sebelum mengikuti tes, lazimnya berpengaruh pada hasilnya. Disinilah peran psikolog dalam melakukan tes itu sangat penting. jika psikolog itu bagus, dia akan memahami apakah yang tampak itu kemampuan yang sebenarnya atau hanya kemampuan sesaat. oleh karena itu tidak cukup hanya tes yang bersifat klasikal yang dilakukan tetapi juga didalami lewat wawncara.
    terhadap siswa yang sdh ada di kelas aksel, jika skor IQ memenuhi syarat dan hasil akademikna juga memadai, tentu tidak ada alasan kita mengeluarkannya. seharusnya sekolah memiliki keyakinan yang tinggi jika memasukan seorang anak ke kelas aksel. mengeluarkan anak dari kelas aksel jelas tidak mudah, karena kondisi itu akan dapat melukai kondisi psikologis mereka. di beberapa tempat yang saya temukan, anak aksel yang dipindahkan ke kelas reguler, nilai mereka makin buruk, bahkan kebanyakan dari mereka pindah sekolah karena malu. tks

  5. ass, pak amril, bukankah skor IQ itu suatu rentang, dan konon sangat dipengaruhi situasi dan kondisi anak ketika tes IQ dilaksanakan, saya pernah bincang-bincang dengan seorang psikolog, beliau bilang kalau anak mau di tes, selama seminggu paling tidak ciptakan suasana rileks, tidak tertekan. Apa bener harus begitu?

  6. pak amril sebaiknya asosiasi ci bi adakan kerja sama dengan direktorat pk lk agar penyelenggaraan program akselerasi kedepan bisa lebih baik termasuk para pakar ci salah satunya pak eko suprianto dari husen malik sengkang sulawesi selatan

  7. pak Husen..
    keberadaan asosiasi ci+Bi itu difasilitasi oleh Direktorat PSLB atau sekrang disebut direktorat PK-LK. kami yang memperjuangkan keberadaan aksel.mhn bapak baca kiprah kami di blog ini. selama ini justru setelah kami bangun dengan baik, layanan aksel dirusak oleh orng yang bapak sebutkan itu. namun demikian kami tetap bekerja bukan berbasis proyek, tapi komitmen. orang yang ahli untuk aksel di sulsel itu ada temen kami, dosen unhas, yaiatu pak Yusafir Hala. tks

  8. Pak Amril, apakah siswa Aksel harus di tes IQ lagi setiap 1 tahun? Dimanakah saya bisa memperoleh kalender Akademik untuk kelas akselerasi> terima kasih infonya

  9. ya pak Amril bapak DR YUSAFIR HALA itu adalah kordinator pendampingan UNHAS yang memberikan praktek MIPA dan pembimbingan olimpiade pada kls akselerasi SMA neg 3 sengkang sul sel dgn biaya mandiri dulu dibiayai oleh direktorat pslb tapi sudah empat tahun tidak lagi

  10. Dr. Yusafir Hala, adalah tim ahli kami dalam pengembangan MIPA khususnya kimia untuk layanan akselerasi. Sampai saat kami masih berkomunikasi dan memberi bantuan kepada sekolah jika mereka membutuhkan. Orientasi kerja kami memang bukan pada proyek, tapi pada kebutuhan. tks

  11. Assalamualaikum pak … anak saya kelas 1 SD, di kelas dia di cap sebagai golongan anak nakal dan malas … akhirnya saya ke psikolog dan psikiater untuk melakukan tes. Ternyata anak saya ber IQ 139 dan menurut mereka, anak saya tidak cocok sekolah di tempat sekarang. Apa yg harus saya lakukan ? Karena dia cepat merasa bosan kalau sudah bisa mengerjakan, akhirnya dia berulah di kelas … mohon pencerahannya. Terima kasih ….

  12. bpk/ibu Abiyo yth.
    coba kami diemailkan copy hasil psikotesnya, mungkin nanti bisa kami berikan masukan. oh ya lokasi tempat tinggalnya dimana?
    tks

  13. Pak Amril, mengapa utk masuk Perguruan Tinggi jalur SNMPTN 2014 yg menjadi acuan lulus seleksi prestasi akademik (nilai raport semester I sd V) dan non akademik (lampirkan sertifikat), tidak ada rekrutmen khusus bagi lulusan program akselerasi? Karena kalau nilai akademik raport s I sd V program reguler sama dg aksel, maka yg akan menjadi penentu dlm pengambilan keputusan adanya prestasi non akademik/sertifikat2, sedangkan anak2 di kelas aksel begitu sulit ikut kegiatan eskul dan lainnya bkn krn mereka tdk mampu, tapi waktu yg tdk memungkinkan…perjuangan n prestasi guru n siswa selama 2 thn tdk ada artinya ….siswa kategori cerdas + berbakat istimewa dikalahkan siswa kategori biasa/normal dg masuk Perguruan Tinggi tanpa ikut ujian tes masuk…..Luar biasa anak normal atau luar biasa anak cerdas+berbakat istimewa?…..mohon pencerahan bg ortu yg kecewa n sedih py anak cerdas + berbakat istimewa n anak aksel yg dpt cemohan dr teman2nya di reguler? tks

  14. bu Grace…
    jalur undangan pada awalnya adalah salah satu jalur rekrutmen khusus untuk anak CI+BI masuk PTN. pada awalnya tahun 2011, 100% anak CI+BI bisa ikut seleksi, mulai tahun 2012 anak CI+BI bergabung dengan kelas reguler, lalu dilihat nilainya, apabila masuk dalam 50% maka bisa ikut seleksi jalur undangan. penyebab anak CI+BI tidak bisa ikut eskul atau pengembangan diri lainnya, disebabkan sekolah penyelenggara belum memahami bagaimana mengelola kelas aksel, sehingga yang muncul hanya percepatan saja. penyebab seorang anak CI+BI tidak diterima di PTN bisa jadi karena kuota unutk jurusan yg dipilih terbatas, sedangkan pelamar banyak. dalam pengamatan saya, anak CI+BI cenderung memilih jurusan di PTN yang passing grade (tingkat persaingannya) tinggi.
    tidak usah risau dengan kondisi yang ada, yang penting kita bantu untuk mendapatkan pendidikan lanjutan yang terbaik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s