Audiensi dengan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Bpk. Prof. Dr. Fasli Jalal

 

Hari jum’at  9 Juli 2010, penulis bersama dengan Ketua Dewan Pembina Cugenang Gifted School Bp.Rikrik Rizkiyana dan Bapak Slamet Rahardjo Jarot selaku Ketua Dewan Penasehat berkesempatan untuk berdialog dengan  bapak Prof.Dr. Fasli Jalal yang merupakan Wakil Menteri Pendidikan Nasional. Pertemuan dilaksanakan di kantor beliau, Gedung Dikti lt. 16 Senayan jakarta

Setelah menunggu sekitar 20 menit, kami dipersilahkan masuk oleh Prof. Fasli. Pembicaraan dimulai oleh Prof. Fasli dengan menanyakan kabar dan hal apa yang ingin disampaikan dalam pertemuan kali ini. Pak Rikrik sebagai inisiator CGS menjelaskan maksud kedatangan yakni melaporkan tentang pendirian Cugenang Gifted School sebagai upaya mengakomodasi pendidikan khusus bagi anak CI+BI yang berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas. 

 Lebih lanjut pak Rikrik juga menyampaikan harapan kepada WaMendiknas untuk memberikan dukungan lebih konkrit terutama pada aparatur yang berada di bawah/tingkat kabupaten. Sebagai catatan, meskipun informasi tentang kegiatan di CGS telah sampai di staf ahli presiden dan sekarang kepada WaMendiknas, namun Bupati Cianjur belum juga memberi kesempatan pada pengelola Cugenang Gifted School.


Selanjutnya penulis juga  menginformasikan kepada WaMendiknas tentang keberadaan Asosiasi CI+BI, dimana penulis menjabat sebagai Sekjend. Penulis menyampaikan kepada bapak Wakil Mendiknas kondisi layanan pendidikan bagi anak CI+BI Indonesia. Anak-anak CI+BI yang berjumlah 1,3 juta orang belum mendapatkan hak-hak pendidikan yang sesuai dengan karakteristik mereka, sebagaimana diatur dalam UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta PP no. 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam UU dan PP tersebut telah diatur dengan sangat gamblang, bahwa anak yang berpotensi cerdas dan berbakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus.

Sampai saat ini masih sangat sedikit anak CI+BI yang memperoleh kesempatan menikmati pendidikan yang sesuai dengan mereka yaitu program akselerasi. Jumlah siswa baru bisa mengakses program tersebut adalah 9.551 orang atau sekitar 0,7%. Beberapa faktor penyebabnya antara lain: (1) masih terbatasnya jumlah sekolah/madrasah yang memiliki layanan pendidikan khusus untuk anak gifted, (3) masih tingginya biaya pendidikan untuk anak gifted sehingga anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu tidak bisa masuk, (3) belum dipahaminya karakteristik anak CI+BI, (4) keterbatasan tenaga profesional yang dapat melakukan identifikasi anak CI+BI dengan biaya murah atau bebas biaya.

Kondisi ini diperparah dengan adanya upaya penutupan program aksel melalui penerapan RSBI/SBI dan  SKS. Untuk pelarangan aksel karena RSBI/SBI, Asosiasi CI+BI telah melakukan dialog dengan Direktur PSMP pada bulan Januari 2010 yang lalu. meskipun surat ralat telah dikeluarkan, tetapi tetap ada sekolah dan dinas pendidikan propinsi/kota yang tidak memahaminya. Saat ini halangan yang muncul adalah, sosialisasi SKS yang dilakukan oleh seorang pejabat dari Pusat Kurikulum Kemedndiknas yang menyatakan bahwa aksel bisa built-in dalam sistem SKS. Cara berpikir ini tentu kurang tepat, karena SKS adalah pemberian bobot mata pelajaran dan jangka waktu yang harus diselesaikan untuk sejumlah sks tertentu. Sedangkan aksel adalah alternatif layanan untuk anak CI+BI dengan memperhatikan karakteristik kecepatan belajar yang 4-6 lebih dari anak normal. Di samping itu, pelayanan aksel menuntut adanya kurikulum yang berdiferensiasi.

Pada bagian akhir pertemuan, Wamendiknas menyatakan akan memfasilitasi pertemuan tim CGS dengan Dirjen Mandikdasmen dan Direktur PLSB. Khusus kepada penulis , Wamendiknas mendorong Asosiasi CI+BI untuk berkomunikasi dengan pengelola INS Kayutanam di Sumatera Barat untuk menjadi salah satu sentra pendidikan khusus untuk anak cerdas dan berbakat Istimewa di Sumatera Barat.

Setelah menyampaikan hal-hal yang dianggap tentang Cugenang Gifted School secara khusus dan kondisi pendidikan bagi anak CI+BI di Indonesia, penulis bersama tim CGS memohon pamit, dan beliau berkenan memberi kesempatan pada kami untuk berfoto bersama.

 

 

 

Amril Muhammad/9 juli 2010

Iklan

3 thoughts on “Audiensi dengan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Bpk. Prof. Dr. Fasli Jalal

  1. Mkasih … informasi CI + BI nya. Saya masih sangat membutuhkan informasi tersebut untuk pengembangan pendidikan di wilayah saya. Mkasih. Wassalam

  2. hai mas, boleh saya tanya2 sedikit 🙂 saya Anggit Tut Pinilih dari Mahamentor
    http://www.facebook.com/MahaMentor
    sedikit perkenalan, kami adalah gerakan dari mahasiswa untuk mimpi anak SMA. Kami baru memulai kegiatan kami bulan Mei 2011 lalu di Yogyakarta. Misi kami adalah membuat siswa Indonesia berani bermimpi dan berani mencapai mimpinya.

    ceritanya cukup panjang sih mas kalau ak tulis disini hehe, maksud dan tujuan comment saya ini saya ingin meminta tips dari mas nih bagaimana mengajukan audiensi dengan pak wakil menteri.. karena jujur kami ingin sekali bisa menghadap beliau untuk sekedar berkenalan dan yah syukur2 bisa menjalin kerjasama begitu..
    Mohon petunjuknya mas

    Oh ya kontak saya di 08179406769

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s