Sambutan Sekjend Asosiasi CI/BI Nasional dalam Deklarasi Asosiasi CI/BI Malang Raya

100_2125

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua
Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang
Yth. Dekan FMIPA Unbra, Dekan F.Psi UMM, Dekan FPSi Unmer
Yth. Para Kepala Sekolah Penyelenggara Program CI/BI
Yth. Para Pengurus dan Anggota Asosiasi CI/BI Malang Raya
Undangan sekalian yang berbahagia

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita bisa hadir bersama-sama di tempat yang sangat istimewa ini, dalam acara deklarasi Asosiasi Penyelenggara, Pengembang, dan Pendukung Pendidikan khusus untuk Siswa Cerdas/berbakat Istimewa atau Asosiasi CI/BI cabang Malang Raya.

Bapak/ibu hadirin sekalian yang berbahagia

UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 4 menyebutkan bahwa warga negara yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.
Perlunya perhatian khusus kepada siswa yang memiliki kecerdasan istimewa melalui sekolah-sekolah yang didirikan untuk itu dapat dianggap selaras dengan fungsi utama pendidikan, yaitu mengembangkan potensi siswa secara utuh dan optimal.
Strategi pendidikan yang ditempuh selama ini bersifat masal memberikan perlakuan standar/rata-rata kepada semua siswa sehingga kurang memperhatikan perbedaan antar mereka dalam kecakapan, minat, dan bakatnya. Dengan strategi semacam ini, keunggulan akan muncul secara acak dan sangat tergantung kepada motivasi belajar siswa serta lingkungan belajar mengajarnya. Oleh karena itu perlu dikembangkan keunggulan yang dimiliki oleh siswa agar potensi yang ada menjadi prestasi yang unggul.

Pengembangan potensi tersebut memerlukan strategi yang sistematis dan terarah. Tanpa layanan pembinaan yang sistematis terhadap siswa CI/BI, bangsa Indonesia akan kehilangan kekayaan SDM yang tidak terukur nilainya. Perhatian khusus tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.

Melalui penyelenggaraan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI, diharapkan potensi-potensi yang selama ini belum dikembangkan secara optimal, akan tumbuh dan menunjukkan kinerja yang terbaik. Kondisi ini pada gilirannya akan dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan kehormatan dan nama baik bangsa Indonesia di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

Hadirin yang terhormat…………………
Kebijakan pemerintah dibidang pendidikan untuk anak CI/BI telah dilaksanakan sejak tahun 1974. Bentuknya antara: PPSP/sekolah lab, sekolah unggul, sekolah plus, sekolah percontohan, dan yang terakhir adalah program akselerasi. Namun kebijakan itu dari waktu ke waktu terus berganti tanpa ada kesinambungan. UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara gamblang telah menyebutkan bahwa siswa CI/BI berhak mendapat pendidikan khusus. Meskipun UU tersebut sudah berlaku sejak 5 tahun yang lalu, namun sampai saat ini layanan pendidikan semacam itu masih belum optimal.

Diperkirakan terdapat sekitar 2,2% anak usia sekolah memiliki kualifikasi cerdas istimewa. Menurut data BPS tahun 2006 terdapat 52.989.800 anak usia sekolah. Artinya terdapat sekitar 1.059.796 anak CI/BI di Indonesia. Jumlah siswa CI/BI yang sudah terlayani di sekolah akselerasi masih sangat kecil, yaitu 4510 orang (data Dit. PSLB tahun 2006/7) yang berarti baru 0,43% siswa CI/BI yang terlayani. Jika ditelaah lebih dalam, ternyata jumlah siswa CI dalam program akselerasi di bawah 50%. Lebih banyak yang non CI/BI. Artinya masih banyak sekali siswa CI/BI yang belum teridentifikasi dan belum terlayani

Saat ini sudah ada lembaga/sekolah, standar isi bagi pendidikan khusus bagi anak berkelainan/cacat (sejak tahun 2006) yang kemudian dilengkapi dengan Permendiknas tentang Prosedur operasional standar UN, standar proses, standar sarana, dan standar penilaian.
Hal demikian tidak terjadi pada pendidikan khusus untuk siswa CI. Siswa CI memperoleh muatan kurikulum yang sama dengan siswa reguler, dan hanya memperoleh peluang untuk mempercepat penyelesaian studi (program akselerasi). Hal ini mengakibatkan potensi kecerdasan yang dimiliki tidak dapat berkembang secara optimal. Di sisi lain, tidak ada deskripsi yang spesifik tentang kompetensi dari siswa CI

Secara kelembagaan, belum ada sekolah khusus untuk siswa CI/BI. meskipun peraturan pemerintah memberikan peluang untuk pendirian sekolah semacam itu, dengan tetap mengedepankan semangat inklusif.
Keberadaan program akselerasi saat ini sebagai sarana pengembangan potensi siswa CI/BI belum dapat dikatakan bersemangat inklusif, meskipun ada siswa non CI/BI di dalamnya. Yang terjadi justru sorotan negatif tentang program akselerasi karena membuat siswa menjadi “teralienasi” dari lingkungannya. Hal ini menjadi alasan sebagian kelompok masyarakat menyarankan program ini dibubarkan

Di beberapa sekolah, ditemukan bahwa program akselerasi merupakan “produk” yang menjadi daya jual sekolah yang bersangkutan. Bahkan ada ditemukan, seluruh siswanya adalah peserta program akselerasi, meskipun tidak memenuhi kriteria untuk itu. Alasan menerima siswa non CI/BI dalam program akselerasi lebih didasarkan untuk menekan unit cost.

Di sisi lain, maraknya pemberian label “sekolah bertaraf internasional”, menjadikan progam akselerasi mulai ditinggalkan. Kebijakan penerapan sistem SKS juga dikemukakan sebagai alasan menjadikan akselerasi dapat digantikan. Hal ini disebabkan siswa boleh mengambil kredit lebih banyak jika memiliki kemampuan untuk itu.

Dari aspek ketenagaan, Guru yang mengajar di program akselerasi belum disiapkan secara khusus. Lebih jauh bahkan tidak ada kriteria tertulis, prasyarat guru yang dapat mengajar di sana. Di beberapa tempat ditemukan, guru yang mengajar menggunakan sistem arisan. Artinya mereka berganti-ganti sebagai pengajar di program akselerasi. Di tempat lain, ditemukan menurunnya semangat/etos kerja pengajar program akselerasi yang menuntut tambahan insentif, karena harus mengajar di program akselerasi. Akibatnya, sekolah yang tidak dapat mengakses dana dari masyarakat atau subsidi, mulai kewalahan untuk melanjutkan program

Dari aspek pembelajaran, proses yang terjadi di dalam dan di luar kelas, masih menekankan pada pencapaian daya serap materi. Hal ini mengakibatkan siswa akselerasi menerima beban lebih berat karena penyelesaian studi yang lebih cepat. Akibatnya model pembelajaran yang digunakan juga tidak berbeda dengan siswa reguler. Sementara itu pemanfaatan ICT dalam proses pembelajaran juga relatif terbatas, karena kemampuan guru dalam bidang itu juga terbatas dan peluang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan energi belum optimal.

Dari aspek penilaian, Hasil akhir kelulusan siswa program akselerasi juga tetap mengacu pada UN siswa reguler. Keadaan ini “memaksa” sekolah untuk memfokuskan kembali siswa akselerasi pada semester akhir untuk menghadapi UN. Hal ini juga mendorong orang tua siswa dan pihak sekolah menggunakan jasa bimbel agar anaknya agar lulus. Di sisi lain, ditemukan adanya program remedial bagi siswa CI/BI yang “seolah” menjadi paradoks bagi program ini sendiri

Dari aspek kesiswaan, belum semua siswa dengan kualifikasi very superior yang memperoleh layanan atau mengakses program akselerasi. Akibatnya siswa-siswa tersebut jadi “siswa biasa”. Hal ini dapat mengakibatkan potensi siswa CI/BI menjadi mubazir. Sedangkan potensi lain siswa kelas akselerasi tidak dapat berkembang secara optimal karena beban belajar akibat percepatan

Dari aspek kelanjutan studi, relatif terbatas perguruan tinggi yang memberi kemudahan akses bagi siswa CI/BI untuk masuk. Akibatnya banyak siswa CI/BI, terutama yang menang olimpiade, ditawari untuk melanjutkan studi oleh perguruan tinggi luar negeri dengan beasiswa dan bahkan mendapat perlakuan setara dengan warga negara yang bersangkutan. Di sisi lain, siswa CI/BI yang memiliki keterbasan ekonomi juga tidak dapat melanjutkan studi, karena makin mahalnya biaya pendidikan di perguruan tinggi.

Hadirin yang berbahagia…………
Dengan memahami berbagai masalah di atas, maka penyelenggaraan pendidikan khusus untuk siswa CI/BI yang selama ini dilayani dalam bentuk program akselerasi perlu dilakukan pembenahan. Pembenahan yang dilakukan mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan itu. Pada saat yang sama disadari bahwa upaya pembenahan tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial dan semata-mata berbasis proyek, tetapi harus dilakukan secara sistemik dan sistematik.

Upaya pembenahan juga tidak dapat dilakukan sendiri oleh sekolah/madrasah penyelenggara program CI/BI karena berbagai kesibukan dan keterbatasan yang ada. Juga tidak cukup dilakukan sendiri oleh pemerintah karena kebijakan yang disusun, seringkali diterjemahkan secara berbeda pada tataran operasional.
Beranjak dari beberapa pemikiran di atas, melalui fasilitasi Direktorat PSLB dan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah, pada tanggal 9-11 Desember 2007 di kota Semarang, terselenggara pertemuan untuk mendiskusikan upaya-upaya pembenahan dan merancang tentang perlunya dibentuk suatu forum yang melibatkan semua pihak yang terkait dengan pendidikan khusus untuk anak CI/BI.

Forum ini menempatkan semua pihak duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Artinya semangat yang dibangun adalah kemitraan dan kontribusi yang dilakukan sesuai dengan kapasitas masing-masing serta tidak menganggap salah satu pihak berada dalam posisi yang lebih tinggi.
Pembentukan dilakukan oleh perwakilan dari unsur sekolah penyelenggara program akselerasi, perguruan tinggi yang memberikan pendampingan program di sekolah penyelenggara akselerasi, dan unsur pendukung yang antara lain mencakup Direktorat PSLB, Dinas Pendidikan, PP Iptek TMII Jakarta, Pusat Pembibitan Saintis Muda dan sebagainya.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan yang sangat serius dan kritis, akhirnya peserta menyepakati untuk membentuk sebuah perhimpunan yang diberi nama Asosiasi Penyelenggara, Pengembang, dan Pendukung Pendidikan Khusus Untuk Siswa Cerdas/Berbakat Istimewa, yang selanjutnya disebut Asosiasi CI/BI.

Bapak/Ibu yang berbahagia…
Asosiasi CI/BI bersifat independen yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan mutu secara berkelanjutan dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI

Beberapa Tujuan yang ingin dicapai Asosiasi CI/BI:
1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan penyelenggara pendidikan khusus bagi siswa CI/BI
2. Meningkatkan peluang bagi siswa CI/BI untuk memperoleh akses terhadap layanan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
3. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI
4. Mengembangkan jaringan informasi dan kerjasama.

Peran Asosiasi CI/BI
Sebagai fasilitator, koordinator dan kolaborator pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat maupun anggota sesuai dengan kesepakatan bersama dengan mempertimbangkan potensi dan kemampuan masing-masing pihak terkait

Fungsi Asosiasi CI/BI :
1. Penggerak, mendorong lembaga pendidikan penyelenggara pendidikan khusus bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk melakukan layanan pendidikan yang bermutu, efektif, dan berkelanjutan
2. Pemberdaya, melakukan pembinaan dan pengembangan manajemen dan mutu layanan pendidikan khusus bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa
3. Pengkoordinasi, membangun kerjasama dengan pemerintah dan instansi terkait dalam pemberdayaan lembaga penyelenggara pendidikan khusus bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa

Anggota Asosiasi CI/BI
1. Jenis keanggotaan Asosiasi CI/BI terdiri dari anggota biasa, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan.
2. Anggota biasa adalah perorangan yang menjadi praktisi pada lembaga penyelenggara pendidikan dan akademisi dari lembaga pendidikan tinggi yang menjadi mitra pengembangan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI
3. Anggota luar biasa adalah perorangan yang peduli terhadap penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI.
4. Anggota kehormatan adalah perorangan yang telah memberikan kontribusi bermakna untuk peningkatan mutu dan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI

Kepengurusan Asosiasi CI/BI
1. Keanggotaan pengurus bidang-bidang: MIPA, Psikologi, Manajemen dan Evaluasi Pendidikan, Pendidikan Seni, dan Pendidikan Olahraga harus mewakili keragaman wilayah dan bidang ilmu.
2. Bidang ilmu yang terwakili dalam bidang MIPA adalah: Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi
3. Bidang ilmu yang terwakili dalam bidang Pendidikan adalah: Pendidikan Luar Biasa, Manajemen Pendidikan, Kurikukulum, dan Evaluasi
4. Bidang ilmu yang terwakili dalam bidang Pendidikan Seni adalah: Seni tari, Seni musik, dan Seni Rupa
5. Bidang ilmu yang terwakili dalam bidang olahraga adalah: pendidikan olahraga dan olahraga prestasi
6. Keanggotaan pengurus bidang-bidang lembaga pendidikan CI/BI mewakili keragaman wilayah dan jenjang pendidikan.

Pengurus Wilayah dan Cabang CI/BI
Sejak diselenggarakan Musyarawah Nasional yang pertama di Jakarta pada bulan Maret 2008, saat ini sudah terbentuk kepengurusan Asosiasi  CI/BI wilayah pada tingkat propinsi dan Cabang untuk tingkat kabupaten/kota. Dalam struktur kepengurusannya, Asosiasi CI/BI wilayah/cabang mencakup pengurus harian, dewan pakar, dan dewan pembina/penasehat. Pengurus harian terdiri dari para manajer program akselerasi dari sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut. Dewan pakar melibatkan para ahli dari perguruan tinggi terbaik. Sedangkan dewan pembina/penasehat terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, kepala sekolah penyelenggara program akselerasi, dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi kepada pendidikan khusus untuk anak CI/BI.

Pada akhir januari 2009, kami akan menyelenggarakan rapat kerja nasional dan seminar nasional pendidikan CI/BI dengan tema membenahi sistem penyelenggaraan pendidikan khusus untuk siswa CI/BI. Rakernas dan seminar nasional ini akan dihadiri oleh pengurus pusat, pengurus wilayah dan pengurus cabang asosiasi CI/BI serta para stakeholder pendidikan CI/BI. Acara ini insya allah akan diberi pembekalan oleh Dirjen Mandikdasmen, Dirjen PMPTK dan Kepala BSNP.
Hal-hal yang kami paparkan di atas menunjukkan bahwa kemitraan antara Depdiknas/Dinas Pendidikan, perguruan tinggi, sekolah dan kelompok masyarakat lainnya amat penting dalam upaya perluasan dan peningkatan mutu pendidikan CI/BI.

Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Para dekan dari perguruan tinggi terbaik yang berlokasi di kota malang, pimpinan sekolah dan para guru penyelenggara program CI/BI serta hadirin sekalian, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas keterlibatan bapak/ibu dalam pertemuan ini serta dukungan untuk pengembangan program ke depan.

Khusus kepala dinas pendidikan kota malang, kami sampaikan bahwa ini adalah kelompok yang bisa dijadikan mitra strategis dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan program untuk anak CI/BI di kota malang.

Kepada pimpinan perguruan tinggi, kami sampaikan terima kasih atas kesediaannya memberikan pendampingan ke sekolah-sekolah CI/BI, meskipun subsidi yang diberikan Direktorat PSLB sangat kecil sekali dibandingkan dengan subsidi yang diberikan oleh Ditjen Dikti.

Kepada pimpinan sekolah dan para guru sekolah CI/BI, terima kasih atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan dalam membelajarkan anak-anak CI/BI. Meskipun cukup banyak masalah yang dihadapi dalam mendidik anak-anak, tetapi tetap memiliki komitmen tinggi untuk tetap mengajar.

Kepada kelompok masyarakat lain, kami haturkan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi kepada pendidikan untuk anak CI/BI dan keberadaan asosiasi CI/BI

Semoga semua amal dan kebaikan yang telah bapak/ibu berikan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT dan diberi usia panjang dan kesehatan agar tetap bisa terus berkiprah dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan dalam forum ini. Sekali lagi terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya untuk bisa hadir dan berbicara di forum ini. Mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan.

Wassalamu’alaikum.

Amril Muhammad
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Asosiasi CI/BI

69 thoughts on “Sambutan Sekjend Asosiasi CI/BI Nasional dalam Deklarasi Asosiasi CI/BI Malang Raya

  1. dalam sambutan ini,semua hal semua hal dibahas supaya peningkatan mutu layanan pendidikan semakin membaik terutama bagi ank-anak yang mempunyai kecerdasan istimewa yang tidak terpenuhi pelayanan pendidikannya

  2. Mengapa pemerintahan tidak membuat saja sekolah khusus untuk siswa istimewa, bukan hanya sekedar kelas khusus. Dengan begitu para siswa istimewa tersebut dapat lebih mengoptimalkan kemampuan mereka-tentunya dengan metode pembelajaran yang berlaku berbeda dengan sekolah reguler-sebagai contoh mungkin kelas internasional di sekolah-sekolah unggulan di Jakarta. Menurut saya memang kelas akselerasi kurang bermanfaat, karena materi yang diajarkan sama saja dengan kelas reguler hanya saja waktu tempuh studi yang lebih cepat. Padahal waktu yang dipercepat itu bisa saja dipakai secara tidak sadar untuk pengembangan emosional anak tersebut. Memang seharusnya pendidikan di Indonesia harus benar-benar dibenahi, bukan saja hanya kelas akselerasi tapi juga kelas-kelas reguler. Bukan saja anak-anak istimewa yang perlu diperhatikan, tapi anak-anak reguler pun juga perlu diperhatikan secara khusus karena mana tau ada dari mereka yang memiliki potensi yang belum tergali-bukan saja hanya dalam bidang akademik, tapi mungkin dalam bidang seni atau yang lainnya. Tapi memang tidak bisa dipungkiri anak-anak istimewa perlu mendapatkan “perlakuan khusus” dalam pemberian materi ajar guna penggalian potensi seperti yang dilakukan Asosiasi CI+BI.

  3. Mengapa pemerintahan tidak membuat saja sekolah khusus untuk siswa istimewa, bukan hanya sekedar kelas khusus. Dengan begitu para siswa istimewa tersebut dapat lebih mengoptimalkan kemampuan mereka-tentunya dengan metode pembelajaran yang berlaku berbeda dengan sekolah reguler-sebagai contoh mungkin kelas internasional di sekolah-sekolah unggulan di Jakarta. Menurut saya memang kelas akselerasi kurang bermanfaat, karena materi yang diajarkan sama saja dengan kelas reguler hanya saja waktu tempuh studi yang lebih cepat. Padahal waktu yang dipercepat itu bisa saja dipakai secara tidak sadar untuk pengembangan emosional anak tersebut. Memang seharusnya pendidikan di Indonesia harus benar-benar dibenahi, bukan saja hanya kelas akselerasi tapi juga kelas-kelas reguler. Bukan saja anak-anak istimewa yang perlu diperhatikan, tapi anak-anak reguler pun juga perlu diperhatikan secara khusus karena mana tau ada dari mereka yang memiliki potensi yang belum tergali-bukan saja hanya dalam bidang akademik, tapi mungkin dalam bidang seni atau yang lainnya. Tapi memang tidak bisa dipungkiri anak-anak istimewa perlu mendapatkan “perlakuan khusus” dalam pemberian materi ajar guna penggalian potensi seperti yang dilakukan Asosiasi CI+BI.

  4. memang sekolah akselerasi hampir sama dengan sekolah-sekolah biasa. hanya berbeda pada penambahan jam pelajaran dan kecepatan tahun kelulusan. seperti yang telah dijelaskan di atas, banyak anak-anak cerdas yang disekolahkan di luar negeri dan mendapat beasiswa. hal tersebut sangat disayangkan sekali. seharusnya anak-anak cerdas tersebut dapat ditampung dan diberi pendidikan khusus oleh negara. diharapkan banyak pihak-pihak yang tergerak hatinya untuk lebih memperhatikan anak cerdas dan berbakat istimewa dan melakukan suatu perubahan yang lebih baik untuk negara, seperti apa yang telah dilakukan asosiasi CI/BI.

  5. ya, memang benar jika Indonesia kurang memperhatikan anak cerdas berbakat istimewa dan guru yang berkualitas, padahal itu merupak aset negara demi kemajuan bangsa kita sendiri. kalaupun sudah di perhatikan namun hal ini belum merata ke seluruh daerah yang mungkin tidak terjangkau. jadi sebaiknya pemerintah lebih peduli lagi terhadap pendidikan dan masyrakat juga membantu demi terciptanya pendidikan yang sistematis.

  6. pendidikan semestinya didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, keistimewaan peserta didik yang berasal dari daerah harus dimotivasi agar keistimewaan yang mereka punya tidak sia-sia.
    menurut saya, adanya kelas akselarasi tidak akan meningkatakan peran pendidikan namun, hanya akan membuat pendidik merasa terasingkan. pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan dunia pendidikan agar lebih baik🙂

  7. Ichwan Iskandar 8135072792 Pend.Tata Niaga Untuk pengembangan masalah mengenai anak-anak cerdas dan berbakat ini seharusnya dibutuhkan suatu lembaga yang bisa menanganinya.Lembaga yang sangat penting dalam sistem pelayanan pendidikan yang akan senantiasa bisa membimbing para orang tua yang memiliki anak dengan tingkat kecerdasan yang berbeda dalam rangka pengasuhan di rumah.Oleh karena itu, masyarakat di Indonesia perlu bekerja,peran orang tua dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung jauh lebih penting dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak.Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil dan sukses.Ayah dan Ibu selaku orang tua haruslah berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh anak-anaknya.

  8. pendidikan di indonesia harus di benahi.janagn di perkotaan saja tapi di pelosok perdesaan.anak indonesia semua cerdas dan berkemampuan.jangan anak aksel saja diperhatikan tapi anak regular juga karena mereka luga pny kemampuan.

  9. menurut saya, anak2 yang cerdas merupakan kebanggaan bagi bangsa.
    saran saya, CI/BI jangan hanya di kota2 besar tapi harus menjangkau daerah terpencil supaya pendidikan untuk anak2 cerdas bisa lebih maksimal.

  10. menurut saya, anak yang memiliki bakat istimewa memang perlu diberi penunjang, misalkan dengan sekolah yang khusus diadakan bagi mereka.
    ini bukan suatu hal yang berlebihan, karena dengan bakat yang istimewa cara belajar mereka pun harus diberi porsi tersendiri. agar bakat yang mereka miliki tidak cepat luntur.
    walaupun masih banyak daerah yang tidak memiliki sekolah khusus seperti ini, tidak ada salahnya jika lembaga atau suatu badan hukum ikut serta dalam kegiatan belajar mereka. seperti membangun sekolah bagi mereka.
    karena jika menunggu pembangunan sekolah dari pemerintah saya kira akan membutuhkan waktu yang lama. untuk itu peran dari lembaga yang bersangkutan dengan pendidikan juga sangat penting.

  11. anak yang istimewa dan cerdas,,, perlu perhatian khusus dari semua pihak yang terlibat…
    agar dapat berkembang secara optimal,,,,
    selain itu acara dan organisasi CI/BI seperti ini baik untuk mempererat komunikasi satu dengan lainnya untuk membangun dunia pendidikan

    febriany;TN’NR’07
    8135077977

  12. Asosiasi CI+BI, Cerdas Istimewa Bakat Istimewa, suatu gagasan istimewa membangun pendidikan bangsa indonesia.
    Menurt saya memang benar Indonesia kurang memperhatikan anak-anak cerdas. padahal mereka adalah aset bangsa. kecerdasan yang mereka miliki harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan semua pihak. sayangnya pemerintah kurang memperhatikan masalah ini. asosiasi ci bi diharapkan dapat menjadi pioner untuk semua pihak agar memperhatikan dengan serius masalah anak-anak cerdas yang terlantar.

  13. Dalam hal ini untuk memajukan pendidikan yang baik perlu adanya sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan tersebut. Kemampuan atau kecerdasan peserta didik yang mereka miliki harus dimotivasi agar kecerdasan atau kemampuan yang mereka punya tidak sia-sia.Tapi memang tidak bisa dipungkiri anak-anak istimewa perlu mendapatkan “perlakuan khusus” dalam pemberian materi agar dapat mengasah kemampuan otak untuk menggali potensi seperti yang Asosiaso CI/CB lakukan.

  14. Memang untuk menuju perubahan yang baik itu tidak mudah, tapi dibutuhkan waktu yang lama dan dengan bekerja keras.
    saya setuju dengan apa yang sudah dilakukan oleh asosiasi CI/CB, semoga usahanya berjalan lancar sehingga anak-anak cerdas yang ada bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

  15. Dwi Yunita
    8135077965
    Pend.Tata Niaga Non Reg’07

    Memang untuk menuju perubahan yang baik itu tidak mudah, tapi dibutuhkan waktu yang lama dan dengan bekerja keras.
    saya setuju dengan apa yang sudah dilakukan oleh asosiasi CI/CB, semoga usahanya berjalan lancar sehingga anak-anak cerdas yang ada bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

  16. Indonesia akan kehilangan kekayaan SDM berkualitas yang tidak terukur nilainya.. jika tidak adanya layanan pembinaan yang sistematis terhadap siswa CI/BI.. .

    dengan adanya kelas khusus atau sekolah khusus bagi anak CI/BI tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.dan berharap potensi yang dimiliki oleh anak CI/BI dapat tumbuh dengan maksimal.. .

  17. menurut saya, anak – anak yang memiliki kecedasan yang tinggi harus diperlakukan secara istimewa, karena mereka merupakan aset bangsa yang tidak akan ternilai harganya. bagaimana bangsa ini akan maju,jika penerus bangsanya saja tidak bisa mengenyam pendidikan.

  18. Anak2 cerdas dan berbakat seperti saya ini, perlu diperhatikan oleh pemerintah.
    Untuk memajukan dunia pendidikan, seharusnya kegiatan belajar-mengajar didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
    Namun pada kenyataannya, banyak sekolah yang belum mempunyai fasilitas kegiatan belajar-mengajar yang menunjang

  19. Muhammad Rizki Hakiki
    8135072794
    Pend. Tata Niaga Reguler 2007

    Menurut saya, Perlunya perhatian khusus kepada siswa yang memiliki kecerdasan istimewa melalui sekolah-sekolah yang didirikan, untuk itu dapat dianggap selaras dengan fungsi utama pendidikan, yaitu mengembangkan potensi siswa secara utuh dan optimal. Dalam mengembangkan potensi tersebut memerlukan strategi yang sistematis dan terarah. Tanpa layanan pembinaan yang sistematis terhadap siswa CI/BI, bangsa Indonesia akan kehilangan kekayaan SDM yang tidak terukur nilainya. Perhatian khusus tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, melainkan memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.

  20. dalam memperbaiki pendidikan ,menurut saya jagan hanya difokuskan pada anak_anak cerdas saja,namun harus secara keseluruhan.
    namun dilain hal perlakuan khusus memang diperlukan bagi anak-anak cerdas.

  21. menurut saya pemerintah harus membuat sekolah khusus bukan hanya kelas khusus untuk menampung anak-anak yang istimewa tersebut… selain itu sarana dan prasarana yang mendukung harus tersedia agar menghasilkan generasi yang cemerlang dimasa yang akan datang…

  22. Asosiasi CI+BI ini perlu sekali diadakan untuk menampung anak- anak cerdas dan berbakat istimewa, mungkin acara-acara seperti seminar ini, perlu di adakan di daerah – daerah terpencil, mungkin saja anak-anak di daerah terpencil memiliki kecerdasan dan bakat istimewa di bandingkan anak-anak di daerah kota besar, seperti Jakarta ini.

  23. menurut saya siswa yang memiliki kecerdasan/kemampuan yang lebih harus mendapat perhatian yang lebih juga agar apa yang siswa miliki dapat berkembang lebih baik lagi. dengan itu harus ada wadah/organisasi agar pendidikan itu berjalan dengan baik pula.

  24. Strategi pendidikan di Indonesia selama ini masih bersifat masal, menyeragamkan pendidikan yang diberikan tanpa memperhatikan perbedaan kecakapan, minat, dan bakat mereka. Padahal sangat disayangkan, siswa CI/BI yang seharusnya berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan mereka tapi masih harus disamakan dengan anak-anak lainnya. Tanpa layanan pembinaan yang sistematis terhadap siswa CI/BI, bangsa Indonesia akan kehilangan kekayaan SDM yang tidak terukur nilainya. Perhatian khusus tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Untuk ittu diharapkan pemerintah dapat menindaklanjuti untuk pengadaan sekolah khusus siswa CI/BI..

  25. ini merupakan masalah kompleks dalam dunia pendidikan tanah air. kurangnya penyerataan pendidikan menjadi faktor utamanya. tidak adanya pembinaan terhadap siswa CI/BI,maka bangsa ini akan kehilangan aset yang tak ternilai harganya.

  26. Dengan begitu para siswa istimewa tersebut dapat lebih mengoptimalkan kemampuan mereka-tentunya dengan metode pembelajaran yang berlaku berbeda dengan sekolah reguler-sebagai contoh mungkin kelas internasional di sekolah-sekolah unggulan di Jakarta. Menurut saya memang kelas akselerasi kurang bermanfaat, karena materi yang diajarkan sama saja dengan kelas reguler hanya saja waktu tempuh studi yang lebih cepat. Padahal waktu yang dipercepat itu bisa saja dipakai secara tidak sadar untuk pengembangan emosional anak tersebut.

  27. pemerinatah harus mendukung sepenuhnya dengan organisasi CI/BI..
    karena dengan organisasi tersebut dapat menampung dan mengeksplorasi bakat anak-anak..
    sebaiknya pemerintah juga menilik ke daerah-daerah terpencil..
    karena kebanyakan anak berbakat ada di daerah yang kurang perhatian dari pemerintah..
    jika tidak maka pemerinatah akan kehilangan kekeyaan SDM yang tidak terukur nilainya..

  28. saya sangat setuju dengan organisasi CI/BI,, karena organisasi ini dapat mengoptimalkan kemampuan dan metode pembelajaran yg berlku. dan agar siswa dapat berkembang lebih baik lagi dan terus berkembang mnjdi siswa yg berbakat. dan diharapkan organisasi ini dpt berjalan dgn baik dan ters berkembang di Indonesia.

  29. inne zulfanisa
    tata niaga reg 07
    8135072806
    menurut saya…
    siswa CI/BI yang seharusnya berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan mereka tapi masih harus disamakan dengan anak-anak lainnya. Tanpa layanan pembinaan yang sistematis terhadap siswa CI/BI, bangsa Indonesia akan kehilangan kekayaan SDM yang tidak terukur nilainya. Perhatian khusus tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.jadi sebaiknya pemerintah lebih peduli lagi terhadap pendidikan dan masyrakat juga membantu demi terciptanya pendidikan yang sistematis.

  30. menurut saya organisasi CI/BI sangat baik karena menjadi suatu wadah badi anak-anak yang memiliki kecerdasan yang lebih….

  31. Menurut saya, bakat dan kemampuan yang dimiliki anak-anak istimewa harus lebih diperhatikan. Pemerintah seharusnya lebih fokus terhadap anak-anak yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa. Dengan adanya Asosiasi CI+BI, diharapkan potensi dan bakat anak-anak istimewa lebih terarah, sehingga semua bakat yang mereka miliki dapat berguna dan bermanfaat.

    Dwi Restuwanty
    8135077989
    Pend. Tata Niaga (Non Reg)

  32. adanya organisasi CI/BI sepertinya dapat membantu menampung anak-anak cerdas yang kurang mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah. semoga organisasi ini dapat membantu sepenuhnya guna pendidikan yang bermutu di indonesia.

  33. Bagi saya warga negara yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa di indonesia berhak memperoleh pendidikan khusus bagi pemerintah..tidak terkecuali para pelajar,,
    karena dengan adanya strategi semacam ini keunggulan prestasi siswa akan muncul dan sangat tergantung kepada motivasi belajar siswa itu sendiri serta lingkungan belajar mengajarnya oleh karena itu perlu dikembangkan keunggulan yang dimiliki oleh siswa agar potensi yang ada menjadi prestasi yang unggul…
    Melalui penyelenggaraan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI, diharapkan potensi-potensi siswa yang selama ini belum dikembangkan secara optimal, akan tumbuh dan menunjukkan kinerja yang baik. Kondisi ini pada gilirannya akan dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan kehormatan dan nama baik bangsa Indonesia di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

  34. heru yunianto
    8135072793
    Pend.Tata Niaga Reg 2007

    Kurangnya pelayanan pendidikan ke daerah terpencil seharusnya menjadi perhartian khusus dari pemerintah, padahal penduduk Indonesia yang banyak bisa menjadi senjata ampuh jika dikelola dengan baik

  35. imam irawan
    8135072811
    tata niaga reg 07
    dalam hal ini materi yang diajarkan sama saja dengan kelas reguler hanya saja waktu tempuh studi yang lebih cepat. Padahal waktu yang dipercepat itu bisa saja dipakai secara tidak sadar untuk pengembangan emosional anak tersebut. Memang seharusnya pendidikan di Indonesia harus benar-benar dibenahi, bukan saja hanya kelas akselerasi tapi juga kelas-kelas reguler. Bukan saja anak-anak istimewa yang perlu diperhatikan, tapi anak-anak reguler pun juga perlu diperhatikan secara khusus karena mana tau ada dari mereka yang memiliki potensi yang belum tergali-bukan saja hanya dalam bidang akademik, tapi mungkin dalam bidang seni atau yang lainnya.

  36. organisasi CI/BI ini sangat bagus sekali dalam membina anak-anak yang memilki bakat dan keterampilan.
    pemerintah harus mendukung sepenuhnya organisasi ini, karena organisasi menjadi wadah untuk mengoptimalkan kemampuan anak-anak tersebut.

  37. diaz priasmoro
    pend.Tata Niaga Non reg 07
    8135077958

    organisasi CI/BI ini sangat bagus sekali dalam membina anak-anak yang memilki bakat dan keterampilan.
    pemerintah harus mendukung sepenuhnya organisasi ini, karena organisasi menjadi wadah untuk mengoptimalkan kemampuan anak-anak tersebut.

  38. gerakaan CI/BI memang baik bagi para siswa- siswi yang berprestasi, sehingga mereka dapat mengembangkan prestasinya.
    tapi bila pemerintah lebih berpusat pada CI/BI maka pemerintah akan melupakan perkembangan pendidikan CI/BI di daerah terpencil padahal banyak siswa berprestasi di daerah terpencil

  39. jenny christine (8135077998)
    TN NR 07

    menurut saya,
    Melalui penyelenggaraan pendidikan khusus bagi siswa CI/BI, diharapkan potensi-potensi yang selama ini belum dikembangkan secara optimal, akan tumbuh dan menunjukkan kinerja yang terbaik. dan Kondisi ini pada gilirannya akan dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan kehormatan dan nama baik bangsa Indonesia di antara bangsa-bangsa lain di dunia.
    sehingga Pengembangan potensi tersebut memerlukan strategi yang sistematis dan terarah. kalau Tanpa layanan pembinaan yang sistematis terhadap siswa CI/BI, bangsa Indonesia akan kehilangan kekayaan SDM yang tidak terukur nilainya.
    oleh karena itu Pemerintah harus memberikan Perhatian khusus tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.

  40. Yuni Sri W (8135077970)
    Pend.Tata Niaga 07

    organisasi CI/BI memang perlunya dukungan dari pemerintah dan saya mendukung organisasi tersebut karena bagaimanapun anak indonesia adalah calon penerus negara .
    Jadi, CI/BI haruslah lebih membujuk pemerintah untuk merencanakan yang lebih baik .

  41. Pemerintah harus ikut serta untuk membantu dan mendukung sepenuhnya organisasi CI/BI karena organisasi ini sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan dan kecerdasan anak Indonesia……
    Dan saya berharap kegiatan ini juga dapat kita kembangkan agar anak-anak yang cerdas dapat memiliki pendidikan yang layak…..

  42. Dengan adanya asosiasi CI/BI, dapat melakukan pengembangan terhadap anak cerdas dan berbakat istimewa, agar mereka tidak dibiarkan begitu saja dan dapat berkembang kemampuan yang mereka miliki.

  43. Sutriyani
    Pend.TN non reg’07
    8135077961

    program tersebut harus didukung agar anak-anak yang memiliki kemampuan khusus dapat meningkatkan potensi dan menggali kreatifitas yang dimilikinya.
    CI/BI memiliki program yang harus didukung oleh pemerintah, agar SDM untuk masadepan bisa terjaga dengan baik.

  44. dengan adanya organisasi CI/BI, anak – anak Indonesia yang cerdas dan berbakat akan lebih diperhatikan serta mendapat tempat yang semestinya, yang tidak di dapatkan melalui pemerintah. jika pemerintah lambat dalam soal anak – anak cerdas dan berbakat. sudah semestinya kita yang cepat turun tangan, agar anak – anak tersebut dapat diselamatkan

  45. Christina panjaitan
    Tn Reg 07

    Semoga sambutan ini dapat membawa dampak yang baik bagi kemajuan pendidikan di Indonesia..

  46. Memang dengan adanya asosiasi CI/BI anak-anak indonesia yang memiliki kecerdasan dan berbakat istimewa dapat dikembangkan kemampuannya. sehingga mereka bisa mengembangkan kecerdasan dan bakat istimewanya secara optimal.

  47. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam program ini karena pengembangan potensi siswa CIBI memang memerlukan strategi yang sistematis dan terarah. diharapkan potensi-potensi yang selama ini belum dikembangkan secara optimal, akan tumbuh dan menunjukkan kinerja yang terbaik.

  48. pada dasarnya pemerintah arus mendukung program CI/BI dan juga arus menjalankan dengan serius.
    tapi adakalanya program ini juga arus di kembangkan di daerah terpencil.
    karena masih banyak siswa-siswi yang berprestasi di daerah terpencil.
    jika pemerintah tidak ingin kehilangan para penerus bangsa yang berprestasi

  49. saya setuju dengan adanya CI/BI, karena dapat meningkatkan mutu pendidikan.Dengan demikian siswa yang memiliki bakat dapat tersalurkan dengan baik.

    Semoga lembaga tersebut dapat berkembang juga di pelosok-pelosok. karena banyak anak berbakat yang tidak terlihat. Semoga pemerintah juga memperhatikannya.

  50. denga adnya program ini semoga anak-anak yang memiliki bakat istimewa dapat mempunyai wadah ynga lebih baik

  51. masalah anak berbakat di Indonesia mungkin tidak akan ada habisnya. banyaknya anak berbakat yang tak memperoleh pendidikan khusus akan menenggelamkan potensi besar tersebut. padahal Indonesia memiliki banyak anak cerdas dan berbakat yang nantinya akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan bangsa.
    adanya organisasi CI/BI merupakan sebuah titik terang dalam penanggulangan pendidikan bagi anak cerdas dan berbakat. di dalam organisasi ini anak cerdas dan berbakat dapat mengembangkan segala potensinya agar tersalurkan dengan baik.
    pemerintah tentunya mendukung itikad baik tersebut. karena selama ini pemerintah cenderung bersikap acuh terhadap dunia pendidikan.

  52. Akselerasi dapat berjalan dengan baik jika guru atau pendidik juga memiliki etos kerja
    Banyak anak cerdas istimewa di daerah justru merasa enggan memilih kelas akselerasi.
    Ada ketakutan jika mengikuti metode yang ditawarkan pemerintah saat ini,
    mereka akan tertekan dan kehilangan masa remaja mereka.Bagaimana solusinya agar rasa itu bisa hilang.
    Kebijakan pemerintah ini memang telah terlaksana tetapi belum secara optimal dilaksanakan pada anak2 cerdas di daerah2. Akselarisasi memang bukan satu2 metode yang paling tepat, selain ekselararisasi masih banyak cara yang dapat dilkukan untuk menggali potensi pada anak yang superior.Karena dengan ekselaririsasi, kebutuhan yang dipenuhi baru pada cepatnya selesai masa studi, belum pada pengembangan potensi serta keunggulan kompetensi anak-anak tersebut.

  53. Nancy Wijaya S
    8135072769
    Pend. Tata Niaga 07 (Reguler)

    Sambutan yang dibawakan sudah cukup jelas dari awal pemikiran membuat sekolah khusus sampai prosesnya seperti apa. Pemerintah benar-benar harus fokus pada wacana kali ini. sebab pengoptimalan anak-anak yang memiliki kecerdasan lebih dan berbakat ini kurang di apresiasikan. pemerintah juga harus melihat wilaya-wilayah yang ada di penadalam kota. semoga perkembangan lembaga pendidikan untuk siswa cersa dan berbakat istimewa ini kedepanya lebih optimal dan berkembang.

  54. Asosiasi CI+BI, Cerdas Istimewa Bakat Istimewa, suatu gagasan istimewa membangun pendidikan bangsa indonesia.
    Menurt saya memang benar Indonesia kurang memperhatikan anak-anak cerdas. padahal mereka adalah aset bangsa. kecerdasan yang mereka miliki harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan semua pihak. sayangnya pemerintah kurang memperhatikan masalah ini. asosiasi ci bi diharapkan dapat menjadi pioner untuk semua pihak agar memperhatikan dengan serius masalah anak-anak cerdas yang terlantar.

  55. menurut saya, anak2 yang cerdas merupakan kebanggaan bagi bangsa.
    saran saya, CI/BI jangan hanya di kota2 besar tapi harus menjangkau daerah terpencil supaya pendidikan untuk anak2 cerdas bisa lebih maksimal.

  56. memang sekolah akselerasi hampir sama dengan sekolah-sekolah biasa. hanya berbeda pada penambahan jam pelajaran dan kecepatan tahun kelulusan. seperti yang telah dijelaskan di atas, banyak anak-anak cerdas yang disekolahkan di luar negeri dan mendapat beasiswa. hal tersebut sangat disayangkan sekali. seharusnya anak-anak cerdas tersebut dapat ditampung dan diberi pendidikan khusus oleh negara. diharapkan banyak pihak-pihak yang tergerak hatinya untuk lebih memperhatikan anak cerdas dan berbakat istimewa dan melakukan suatu perubahan yang lebih baik untuk negara, seperti apa yang telah dilakukan asosiasi CI/BI.

  57. Imam Punarko
    Pend. Tata Niaga 07
    8135072812
    Pendidikan yang maju di suatu Negara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat luas baik itu instantansi, korporasi, lembaga, institusi, perguruan tinggi, elemen masyarakat,dll. Untuk sama-sama nantinya memajukan pendidikan ini sesuai dengan yang diharapkan menghasilkan masyarakat yang berdaya saing serta mempunyai nilai moral tinggi. Perlu di ingat bahwa di Negara-negara maju stakeholders sudah menjadi asupan penting dalam hal pengembangan pendidikan di Negara tersebut. Sebagai contoh sekarang ini di Amerika Serikat pihak Korporasi sudah menunggu hasil karya para lulusan untuk nantinya di implementasikan dalam perusahaan tempatnya. Memang kita tidak usah terlalu jauh akan hal itu sekarang ini lembaga-lembaga yang concern dalam bidang pendidikan seyogyanya sudah dapat menghasilkan/ bahkan merekrut hasil karya para pelajar sehingga nantinya karya itu akan mengalami persaingan. Bukan hanya tahap penerimaan karya namun juga membentuk lembaga evaluasi.

    Terkait dengan potensi masyarakat kita yang diperkirakan terdapat sekitar 2,2% anak usia sekolah memiliki kualifikasi cerdas istimewa. Menurut data BPS tahun 2006 terdapat 52.989.800 anak usia sekolah. Harusnya pemerintah dalam hal ini mengkoordinir serta memberikan insentif untuk pengembangan sumber daya yang akan terjun langsung dimasyarakat.

    Pendidikan perlu orang-orang yang militan orang-orang yang mempunyai visi kedepan bukan hanya kebutuhan perut yang finist di ruang yang bernama W.C. tetapi juga bagaimana kebutuhan generasi penerus dapat terus terpacu dan dapat mandiri mengurus segala potensi di Negaranya. Wallahualam bis Sawwab.

  58. Gelda Meris Nike Safitra
    8135072807
    Pend.Tata Niaga Reg07

    Menurut saya…
    Asosiasi CI+BI, Cerdas Istimewa Bakat Istimewa, suatu gagasan istimewa membangun pendidikan bangsa indonesia.
    Menurut saya memang benar pemerintah kurang memperhatikan anak-anak cerdas. padahal mereka adalah aset bangsa.
    Dalam hal ini untuk memajukan pendidikan yang baik perlu adanya sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan tersebut. supaya pendidikan untuk anak2 cerdas bisa lebih maksimal.

  59. menurut saya, anak yang memiliki bakat istimewa memang perlu diberi penunjang, misalkan dengan sekolah yang khusus diadakan bagi mereka.
    ini bukan suatu hal yang berlebihan, karena dengan bakat yang istimewa cara belajar mereka pun harus diberi porsi tersendiri. agar bakat yang mereka miliki tidak cepat luntur.
    walaupun masih banyak daerah yang tidak memiliki sekolah khusus seperti ini, tidak ada salahnya jika lembaga atau suatu badan hukum ikut serta dalam kegiatan belajar mereka. seperti membangun sekolah bagi mereka.
    karena jika menunggu pembangunan sekolah dari pemerintah saya kira akan membutuhkan waktu yang lama. untuk itu peran dari lembaga yang bersangkutan dengan pendidikan juga sangat penting.

  60. Assalamu,alaikum

    Setiap anak memang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang memiliki kecerdasan standart, diatas standart atau bahkan di bawah standart. oleh sebab itu untuk mendukungnya kita tidak bisa menggunakan cara yang sama. karena setiap anak memiliki kapasitas kemampuan yang berbeda-beda, saya sangat setuju dengan adanya program asosiasi CI/BI karena dengan itu setiap anak yang memiliki kecerdasan istimewa maupun berbakat istimewa dapat tersalurkan dengan baik. akan tetapi untuk memujudkan itu semua kita masih harus melewati perjuangan yang sangat panjang karena setiap perubahan tidak dapat terjadi dalam sekejap, perlu suatu komitmen,konsisten dan kontribusi para anggota didalamnya dan satu hal lagi perlu adanya dukungan baik dari masyarakat dan pemerintah.

  61. Saya setuju dan mendukung adanya pengoptimalan terhadap rekan-rekan peserta didik. Namun seperti yang seperti yang kita ketahui bersama, dalam pelaksanaanya seringkali terjadi hambatan-hambatan dalam pencapaian hal tersebut. Dunia pendidikan perlu dioptimalkan tidak hanya untuk anak-anak yang mempunyai kecerdasan dan IQ yang tinggi saja agar pendidikan dapat terasa oleh semua anak dan dalam segala lapisan masyarakat.
    bravo..Asosiasi CI/BI

  62. RENDI MAISYAH LINO
    8135077994
    PEND.TATA NIAGA NON REG 2007

    Menurut saya dalam memperbaiki pendidikan ,jangan hanya difokuskan pada anak_anak cerdas saja,namun harus secara keseluruhan.
    namun dilain hal perlakuan khusus memang diperlukan bagi anak-anak cerdas.

  63. Assalamu’alaikum…

    Menurut saya, memang benar bahwa setiap anak itu memiliki kemampuan/keterampilan yang berbeda-beda bahkan dalam kecerdasan…

    Dari sekian banyak itu memang sangat terbatas anak-anak yang memiliki kecerdasan lebih,dari sedikit itulah pemerintah harus dapat memperhatikannya.

    Akan tetapi pemerintah juga hars memperhatikan masalah-masalah lain. Pemerintah jga harus memperhatikan anak-anak yang kurang agar pendidikan mereka juga tidak tertinggal oleh anak-anak cerdas….

    Ciptakanlah SDM-SDM yang Cerdas, Inovatif dan Kreatif.

    Wassalam..

  64. Menurut saya, pemerintah diharapkan untuk mampu dan sesegera mungkin agar dapat menanggapi dan menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin. karena sungguh sangat benar disayangkan apabila anak-anak cerdas di indonesia disekolahkan di luar Indonesia dan mereka akan digunakan di negeri orang. Padahal negara kita ini masih mampu untuk menciptakan generasi-generasi penerus yang layak untuk memajukan bangsa Indonesia ini.

  65. Assalamualaikum Wr. Wb
    Menurut saya dalam memperbaiki pendidikan ,jangan hanya difokuskan pada anak-anak cerdas saja,namun harus secara keseluruhan karena sudah jelas bahwa negara kita sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu dan bahkan belum tentu anak yang tidak memiliki prestasi yang baik dikelas adalah anak cerdas, sebagai contohnya anak-anak yang ingi merasakan pendidikan mereka mesti mencari nafkah diluar sekolah, dan hal-hal sepserti ini bukanlah hal-hal yang tabu lagi di negara Republik Indonesia ini yang sudah puluhan tahun merdeka tapi yang dapat merasakan pendidikan yang layak hanya sebagian kecil ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah yang mengeluarkan dan meresmikan BHP.
    namun dilain hal perlakuan khusus memang diperlukan bagi anak-anak cerdas

  66. Perlu adanya perhatian khusus bagi siswa yang memiliki kecerdasan istimewa melalui sekolah-sekolah yang didirikan untuk itu dapat dianggap selaras dengan fungsi utama pendidikan, yaitu mengembangkan potensi siswa secara utuh dan optimal.
    Strategi pendidikan yang ditempuh selama ini bersifat masal memberikan perlakuan standar/rata-rata kepada semua siswa sehingga kurang memperhatikan perbedaan antar mereka dalam kecakapan, minat, dan bakatnya. Dengan strategi semacam ini, keunggulan akan muncul secara acak dan sangat tergantung kepada motivasi belajar siswa serta lingkungan belajar mengajarnya. Oleh karena itu perlu dikembangkan keunggulan yang dimiliki oleh siswa agar potensi yang ada menjadi prestasi yang unggul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s