Hutang Pemerintah pada Pendidikan

JAKARTA – Pendidikan di Indonesia memang sudah mengalami kemajuan. Namun, kemajuan ini tidak secepat yang diharapkan, utamanya menyangkut perbaikan fasilitas perbaikan pendidikan itu sendiri. Bahkan, mengenai mutu pendidikan, dewasa ini, ternyata dinilai masih jauh dari harapan.

Anggota Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anwar Arifin berpandangan bahwa hal itu membuktikan amanat UU Pendidikan Nasional mengenai sistem pendidikan nomor 20 tahun 2003 belum terlaksana sebagaimana mestinya.

Misalnya, kata Anggota Komisi X DPR (bidang pendidikan, kebudayaan dan pariwisata, pemuda dan olahraga, perpustakaan nasional) ini, pemerintah bertugas membuat kebijakan nasional pendidikan.

“Sebab itu, sampai hari ini, pemerintah belum punya yang dikatakan dalam PP. Jadi, perintah UU itu harus ada kebijaksanaan nasional pendidikan. Yang ada baru standar nasional pendidikan,” katanya kepada okezone, Senin (28/4/2008).

Adanya persoalan yang demikian mengakibatkan pendidikan yang berada di luar Departemen Pendidikan Nasional berjalan sendiri-sendiri. Masing-masing melakukan pengembangan pendidikan sesuai selera.

Bukan hanya itu saja, ada lagi yang namanya pendidikan layanan khusus. Pendidikan model itu dinilai Anwar tidak dapat berjalan dengan baik. Maksudnya, karakter daerah yang berbeda, misalnya, di pulau-pulau, daerah perbatasan, daerah kumuh, itu tidak terlaksana sebagaimana perintah UU.

“Itu namanya layanan khusus. Seperti di Bantargebang, Kota Bekasi. Itu, kan, mestinya pendidikan layanan khusus berjalan di situ,” kata dia.

Kemudian, pendidikan untuk anak-anak yang memiliki bakat istimewa juga dinilai tidak berjalan. Misalnya, siswa yang memiliki kelebihan bakat pada bidang tertentu, ini tidak tergali dengan baik.

“Masa, dari 200 juta penduduk, mencari pemain bola 11 orang saja tidak bisa. Berarti kita tidak pantau bakat pemain bola. Jadi, hampir seluruh pengembangan bakat, tidak berkembang dengan baik,” ungkap Anwar.

“Jadi, kadang-kadang orang memilih sekolah itu tidak sesuai dengan bakatnya,” tambah dia.

Selanjutnya, pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. Pendidikan ini mempertemukan potensi SDA dengan SDM. Indonesia merupakan wilayah yang paling panjang pantainya di dunia. Tetapi, realitanya sampai sekarang masih melakukan impor garam dari Negara lain.

“Karena tidak ada sekolah tentang garam. Kita tidak pernah diajari soal itu. Kekayaan alam kita tidak ketemu dengan kekayaan SDM. Misalnya, kita harus punya ahli garam, kelapa, coklat, kakau, lombok, ikan tuna. Kita tidak punya ahli-ahli semacam itu,” tandas Anwar.

Sebaliknya, yang paling banyak di Indonesia adalah sarjana Sosial Politik dan Manajemen.

Padahal, di dalam UU Pendidikan Nasional mengamanatkan untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. UU itu juga memerintahkan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah bekerjasama untuk pengembangan itu.

“Itu kesalahan terbesar dari bangsa kita. Jadi banyak SDM menganggur sarjana nganggur, ada banyak SDA yang mubazir. Jadi itu tidak bertemu itu,” katanya.(sis)

Sumber: Okezone.com 28 April 2008

Iklan

72 thoughts on “Hutang Pemerintah pada Pendidikan

  1. Menurut pendapat saya

    pemerintah Indonesia masih kurang perhatian atau bersikap setengah hati dalam mengurus masalah pendidikan. Dari artikel diatas membuktikan bahwa masih banyak sekali kekurangan di sana-sini mengenai pendidikan yang masih harus dibenahi oleh pemerintah.selain itu kebijakan-kebijakan yang dibuat atau dilaksanakan pemerintah masih belum sesuai dengan UU yang ada yaitu UU Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003.dikarenakan kebijakan yang dibuat masih belum sesuai dengan UU yang ada mengakibatkan kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini mengakibatkan pendidikan yang berada di luar DEPDIKNAS berjalan sendiri-sendiri dan melakukan pengembangan pendidikan sesuai selera, hal ini disebabkan tidak adanya acuan atau standar yang jelas yang mengatur tentang pendidikan yang berada di luar naungan DEPDIKNAS. selain itu potensi-potensi yang dimiliki siswa tidak dapat tergali secara maksimal. SDM yang dimiliki Indonesia tidak sebanding dengan SDA yang melimpah di Indonesia. seperti yang diketahui masih banyak SDA yang belum digarap atau dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan Indonesia masih kekurangan SDM yang berkualitas untuk mengelolanya, akibatnya banyak SDA kita yang dikuasai bangsa asing…..

  2. aSSaLamua’Laikum…

    komentar saya tentang artikel di atas :

    UU pendidikan yang dibuat pemerintah degan realita yang terjadi di masyarakat tidak relevan. Pemerintah hanya membuat UU yang mengatur pendidikan, namun dalam pelaksanaan UU itu masih banyak daerah2 yang tertinggal jauh pendidikannya. Pemerintah hanya memperhatikan masalah standar nilai yg harus dicapai setiap siswa, tetapi tidak memperhatikan mutu dari lulusan (SDM). Setiap tahun jumlah pengangguran di negeri ini terus bertambah. Sebaiknya Pemerintah tidak hanya memikirkan standarisasi nilai, tapi lebih mengacu pada mutu SDM yang dihasilkan agar bisa mengelola kekayaan alam yang melimpah di republik ini. Lihat saja perusahaan2 besar yang ada, sebagian besar saham nya sudah di miliki pihak asing. sungguh memalukan Indonesia telah menjadi pembantu di rumah sendiri. Ini bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas kita semua untuk bisa memajukan pendidikan, terutama institusi pendidikan yang terjun langsung menangani masalah pendidikan. Indonesia pasti bisa bangkit dari ketertinggalan. ” HIDUP INDONESIA “

  3. Hutang Pemerintah Pada Pendidikan
    (menurut saya, artikel ini condong ke arah puisi!!)

    Banyak penilaian mengenai pendidikan di negeri tercinta ini, namun sayangnya domain yang ditemukan ialah penilaian-penilaian dari kritikus yang seolah bijak ingin memunculkan pendidikan di negeri ini menjadi pendidikan yang terbaik. Namun saya berfikir, apakah uraian dalam artikel di atas murni untuk bangsa yang besar ini??
    tidak diragukan, pendapat-pendapat para pejabat ELITE ini adalah usaha-usaha memajukan kemampuan pendidikan politik mereka.
    Dari baitnya yang pertama dalam “puisi artikel” di atas : “Pendidikan di Indonesia memang sudah mengalami kemajuan. Namun, kemajuan ini tidak secepat yang diharapkan, utamanya menyangkut perbaikan fasilitas perbaikan pendidikan itu sendiri. Bahkan, mengenai mutu pendidikan, dewasa ini, ternyata dinilai masih jauh dari harapan.” Sungguh terlihat disana ingin dijelaskan bahwa pendidikan ini maju tapi mundur.. bingung bukan??
    Baitnya yang kedua: “Anggota Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anwar Arifin berpandangan bahwa hal itu membuktikan amanat UU Pendidikan Nasional mengenai sistem pendidikan nomor 20 tahun 2003 belum terlaksana sebagaimana mestinya.” wahaiiii wakilku,, mengapa dikau bisa berkata seperti itu?? bukankah kau ikut dalam pengesahan UU itu?? dimana kau sewaktu pelaksanaan UU yang kalian buat??

    Dari dua bait yang diatas saja telah membuktikan bahwa wakil-wakil tercinta kita hanya bermain dalam melodi politik yang dipelajarinya dari getar-getir sang pengalaman.

    apakah ini salah pemerintah??siapa pemerintah?? bukankah ia juga sosok yang berawal dari belajar??
    kitalah yang menjadi dalang yang memainkan pola pendidikan di Republik INDONESIA tercinta ini.

    kesimpulan dari saya, artikel di atas tidak baik!
    mari berintropeksi, berevalusai bersama!!
    kita wujudkan impian negara ini!

  4. Menurut Saya…..
    Tentang hutang pemerintah pada pendidikan memang sudah sangat banyak, seperti yang terlihat di artikel tersebut. Sepertinya dari pemerintahan yang dulu sampai sekarang tidak ada perubahan sama sekali, tidak ada niat sedikitpun dari para wakil rakyat tersebut untuk memperbaiki pendidikan yang semakin terpuruk di Indonesia. Sekalipun ada perubahan dan mengalami kemajuan seperti yang dikatakan artikel diatas, hanya sedikit niatnya, namun selebihnya kembali kemasalah mementingkan perut para wakil rakyat sendiri.
    Seharusnya, pemerintah lebih menyediakan anggaran lebih besar untuk memajukan pendidikan karena bukankah dengan memperbaiki Indonesia dari sektor pendidikan terlebih dahulu, selanjutnya akan berdampak baik bagi sektor-sektor yang lainnya. Misalnya dampak bagi sektor ekonomi, dengan pendidikan yang baik maka bagi para lulusan dibidang ekonomi atau manajemen mungkin akan lebih memajukan perdagangan Indonesia agar bisa bersaing di pasar global. Tapi kenyataannya pemerintah malah lebih memilih untuk memfasilitasi para wakil rakyat dengan Laptop dan sebagainya, yang jelas-jelas tidak penting.
    Selain itu pemerintah mulai mencari-cari alasan agar dikira para pemerhati pendidik sudah bekerja keras memperbaiki pendidikan yaitu dengan sering berganti-ganti kurikulum yang sebenarnya intinya sama saja, padahal yang dibutuhkan hanya kerjasama yang baik dan seimbang antara pemerintah pusat dengan daerah, antara pemerintah dengan DEPDIKNAS, antara pemerintah dengan sekolah dan masyarakat. Hal tersebut juga menjadi jawaban dari masalah yang dikemukakan artikel diatas.
    Jadi, dengan adanya koordinasi yang tepat dan seimbang antara pemerhati pendidikan diatas maka tidak akan ada lagi pihak-pihak yang berjalan sendiri-sendiri dalam melaksanakan pendidikan, SDM merasa diperhatikan dan tidak ada lagi SDA yang terbelengkalai, UU Pendidikan Nasional mengenai Sistem Pendidikan no 20 tahun 2003 akan berjalan sebagaimana mestinya, dan finally dampak positif bagi peserta didik adalah kemampuan-kemampuan atau potensi yang dimiliki akan tersalurkan dengan baik.
    Hilanglah hutang pemerintah pada pendidikan…

    Untuk para WAKIL RAKYAT yang berada dikursi pemerintahan , TOLONG… dengar keluhan kami, Anak-anak Indonesia….untuk segera melunasi hutang pendidikan…

  5. Memang saat ini pemerintah kurang menjalankan tugasnya dengan baik demi mutu dan kebaikan pendidikan di Indonesia. Terbukti dengan banyaknya sekolah-sekolah yang ga layak dipakai, yang fasilitas-fasilitasnya kurang memadai. Tapi kenapa pemerintah kita banyak hutang di dalam dunia pendidikan? Mungkin karena dananya ga nyampe di pendidikan.

    Kalau kita pikir, SDM Indonesia cukup memadai untuk bayar hutang terhadap pendidikan.

    Apa yang salah dengan pemerintah kita? Mengapa pemerintah kurang bisa memaksimalkan SDM yang dimiliki? Sementara negara lain dengan enaknya mengambil apa yang Indonesia miliki.

    Dalam artikel tersebut, mutu pendidikan Indonesia lumayan bagus. Tapi, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, kita jauh tertinggal. Kita bandingkan dengan Singapura yang dulunya tertinggal dari negara kita. Tapi sekarang??

    Jadi, pemerintah harus perhatikan standarisasi nilai kelulusan yang harus dicapai oleh siswa. Atau mungkin, harus ada standarisasi ‘kelulusan’ para wakil rakyat?

    Kesimpulannya, bukan pemerintah saja yang bertanggungjawab terhadap pendidikan. Tapi masyarakat-masyarakat pun harus mendukung kelancaran pendidikan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lain dan tidak mengalami hutang, khususnya dalam bidang pendidikan.

  6. “Hutang pemerintah pada pendidikan”
    menurut pendapat saya:

    terkait dengan anggaran pendidikan yang 20% saja belum sepenuhnya di realisasikan oleh pemerintah,ditambah lagi mutu tenaga pendidik yang masih sangat jauh dari baik.kemudian di tambah masalah mutu pendidikan..ternyata indonesia sudah terlilit banyak masalah..dalam hemat saya segala sesuatunya haruslah di mulai dari diri masing-masing wakil rakyat yang menangani masalah pendidikan,di tangan merekalah kemana negeri ini harus di bawa..kemudian kejujuran dari mereka serta tanggung jawab untuk bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana telah di amanatkan dalam UUD 1945.Jika hal ini dihayati oleh pemerintah dengan baik maka segala persoalan pendidikan insya Allah akan dapat terselesaikan dengan baik.Mari bersama kita bangun indonesia dengan pendidikan yang bermutu dan berakhlak.HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA!!!

  7. Moh. Amin Purnomo (1445075016)(MP’07A)
    Pendidikan merupakan sebuah amanah konstitusi yang sangat fundamental. Tanpa adanya pendidikan maka negara bisa diibaratkan yang tidak punya generasi penerus masa depan untuk bangsa ini. Pemerintah (khususnya Depdiknas) seharusnya lebih peka lagi terhadap kondisi pendidikan yang semakin kacau. Harus ada sebuah instropeksi diri bagi para instasi terkait demi terwujudnya pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Padahal, pemerintah sudah menganggarkan 20% dari APBN yang telah direncanakan. Tetapi kenyataan di lapangan tidak menyerap s/d 20% (Hanya yang terealisasi ±12%). Sangat ironis bagi kita apabila pemerintah tidak benar-benar serius memerhatikan kondisi pendidikan di Indonesia. Sehingga tidak adanya lagi hutang pendidikan yang dialami oleh pemerintah saat ini. Mudah-mudahan pemerintah bisa lebih konsisten lagi dalam menjalankan amanahnya agar pendidikan tidak terdzholimi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
    Semoga komentar saya ini bisa menggugah atau menjadi sarana motivasi buat para pemerintah.
    BANGKITLAH PENDIDIKAN !!!
    BANGKITLAH NEGERIKU !!!
    HARAPAN ITU MASIH ADA !!!

  8. Indonesia belum bisa mengoptimal Sda dan sdm yang kita miliki. Ini adalah salah satu pekerjaan pemerintah untuk bagaimana memanfaatkan Sda dan sdm yang kita miliki untuk memajukan bangsa indonesia. Hutang bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah pendidikan akan tetapi malah menambah permasalahan untuk para generasi penerus bangsa yang harus melunasi hutang-hutang tersebut.

  9. menurut saya kita jangan hanya menyalahkan pemerintah saja dalam hal ini, memang disini sangat terlihat bahwa pemerintah itu yang sangat bertanggung jawab atas SDM dan SDA yang kita miliki. namun apakah masyarakat juga sadar diri akan hal ini???? kita jangan hanya menggantungkan semua kebutuhan itu pada pemerintah. kenapa tidak kita yang berinisiatif sendiri untuk membangun dan menggali kemampuan masyarakat indonesia sendiri?? contohnya seperti usaha kecil menengah yang banyak terdapat di desa, mungkin pemerintah hanya kurang peka terhadap usaha-usaha yang sebenarnya sudah banyak terlatih walaupun hanya sebatas di daerah terisolasi. oleh sebab itu kita sebagai warga negara indonesia tidak sepatutnya saling menyalahkan. justru kita harus saling mengingatkan satu sama lain agar bangsa kita tidak semakin terpuruk. hidup Indonesia!

  10. umi karolina
    pend.tn reg 07
    8135072773

    Menurut saya,dari dahulu sampai sekarangmasalah hutang pemerintah kepada pendidkan belum tuntas..
    bukanya semakin membaik malah semakin memburuk,walaupun di zaman sekarang ini tekhnologi sudah sedikit maju..
    pendidikan bagi saya sangat penting..
    karena dengan pendidikan yang berkualitas baik akan menciptakan lulusan peserta didik yang baik dan berkualitas juga..
    banyak sekali perusahaan-perusahaan baik di indonesia menggunakan lulusan dari negara luar..
    mengepa demikian?
    mungkin karena lulusan dari indonesia kurang berkualitas..
    untuk itu diharapkan kepada pemerintah,untukmemperhatikan kualitas pendidikan selain itu fasilitasnya juga dilengkapi..
    dan biaya pendidikan tidak terlalu mahal

  11. indonesia banyak utang di luar negeri.biaya yang di pinjam di luar negeri seharusnya untuk pendidikan.pendidikan di indonesia sudah ketinggalan jauh.pemerintah harus memperhatikan pendidikan dengan cara membenahi kualitas sarana dan prasarana yang ada.

  12. Indonesia merupaka negara yang kaya yang akan SDA, tinggal pemanfaatan bagaimana SDM nya diaplikasikan terhadap SDA-SDA tersebut. masi banyak nya pengangguran merupakan contoh sistem pendidikan yang masih sangat kurang. kualitas pendidikan yang masi memrihatinkan khususnya fasilitas pendidikan yang ada hendaknya lebih diperihatikan oleh pemerintah pusat.pelan-pelan namun pasti guna kemajuan dunia pendidikan.

  13. Dari artikel diatas membuktikan bahwa masih banyak sekali kekurangan di sektor pendidikan yang masih harus dibenahi oleh pemerintah.selain itu kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah masih belum sesuai dengan UU yang ada yaitu UU Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003.dikarenakan kebijakan yang dibuat masih belum sesuai dengan UU yang ada mengakibatkan kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
    menurut saya perlu adanya koordinasi yang tepat dan seimbang. maka tidak akan ada lagi pihak-pihak yang berjalan sendiri-sendiri dalam melaksanakan pendidikan, SDM merasa diperhatikan dan tidak ada lagi SDA yang terbelengkalai, UU Pendidikan Nasional mengenai Sistem Pendidikan no 20 tahun 2003 akan berjalan sebagaimana mestinya,maka dampak positifnya, bagi peserta didik adalah kemampuan-kemampuan atau potensi yang dimiliki akan tersalurkan dengan baik.

  14. yang saya tahu tentang hutang pemerintah terhadap pendidikan yaitu belum adanya anggaran 20% dari APBN untuk pendidikan.
    walaupun saya kurang tahu berapa dana APBN negara tersebut.
    yang saya yakini yaitu, dengan jumlah 20%, pastilah angka yang sudah dimengerti oleh para pembuat anggaran.
    anggaran ini antara lain mencakup fasilitas sekoalh, dan gaji guru PNS.
    jangan sampai karena anggaran untuk pendidikan kurang ada kejadian gedung sekolah roboh, profesi sebagai guru tidak diminati lagi.
    karena salah satu faktor menjadi negara yang kuat dan makmur adalah majunya dunia pendidikan yang dapat mencerdaskan bangsa.

  15. pemerataan pendidikan di segala bidang perlu proses….
    selain itu keterlibatan dan kerjasama antara pemerintah dan semua pihak…
    sangatlah penting untuk memajukan dunia pendidikan,,,,,

  16. pemerataan pendidikan di segala bidang perlu proses….
    selain itu keterlibatan dan kerjasama antara pemerintah dan semua pihak….
    sangatlah penting untuk memajukan dunia pendidikan,,,,,

    febriany
    pend.Tata niaga’07’NR
    8135077977

  17. Pengelolaan pemerintah terhadap masalah pendidikan tak ubahnya seperti supir bajai. yang tidak karuan kacaunya ketika mengendarai bajainya. Tidak jelasnya blueprint pendidikan Indonesia merupakan isu umum yang tak dapat disembunyikan lagi.
    Koordinasi yang baik dari pemerintah dan semua pihak diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini.
    Yang salah bukan pada SDM Indonesianya, tetapi ada pada sistem pegelolaan pengembangan SDMnya.

  18. sebenarnya hutang pemerintah terhadap dunia pendidikan sangat banyak, buktinya banyak siswa yang memiliki keinginan untuk bersekolah tetapi mereka terhadang oleh biaya sekolah itu sendiri. setidaknya pemerintah harus memperhatikan pendidikan yang terdapat di daerah terpencil, jangan memperhatikan di kota besar saja.

  19. Muhammad Rizki Hakiki
    8135072794
    Pend. Tata Niaga Reguler 2007

    Menurut saya, Pendidikan di Indonesia memang sudah mengalami kemajuan. Namun, kemajuan ini tidak secepat yang diharapkan, utamanya menyangkut perbaikan fasilitas perbaikan pendidikan itu sendiri. Bahkan, mengenai mutu pendidikan, ternyata dinilai masih jauh dari harapan. Disinilah tugas pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan. Namun, kebijakan-kebijakan itu belum terlaksana sebagaimana mestinya. Seharusnya pemerintah membuat kebijaksanaan nasional pendidikan, pemerintah bukan hanya membuat tentang standar nasional pendidikan. Selain itu, dalam mengelola pendidikan, sebaiknya ada keterlibatan dan kerjasama antara pemerintah dengan semua pihak terkait karena itu sangat penting untuk memajukan pendidikan Indonesia.

  20. Aji Saputra
    8135072796
    TN Reg’07

    memang benar jika bangsa ini begitu bang=nyak menyia-nyiakan SDA nya,para pemerintah lebih senang duduk dan menikmati kekayaan dari insvestor asing,sehingga jangankan pendidikan,kemiskinanpun tidak bisa mereka atasi.Padahal lemahnya pendidikan di indonesia karena banyaknya rakyat yang tidak mampu.

  21. Aji Saputra
    8135072796
    TN Reg’07

    memang benar jika bangsa ini begitu banyak menyia-nyiakan SDA nya,para pemerintah lebih senang duduk dan menikmati kekayaan dari insvestor asing,sehingga jangankan pendidikan,kemiskinanpun tidak bisa mereka atasi.Padahal lemahnya pendidikan di indonesia karena banyaknya rakyat yang tidak mampu.

  22. Dwi Yunita
    8135077965
    Pend. Tata Niaga NR’07

    Dari Artikel diatas dapat dilihat, bahwa masih banyak ketidakrataan di bidang pendidikan.
    banyak oarng yang memilih sekolah tidak sesuai dengan bakatnya, sehingga menyebabkan banyaknya SDM menganggur. padahal masih banyak SDA yang belum terkelola dengan baik.
    benar yang dikatakann oleh Anwar Arifin anggota dari Fraksi partai golar, jika saja banyak orang yang memilih pendidikan lokal pasti pasti tidak ada lagi SDA yang mubazir.

  23. Indonesia merupakan negara yang kaya yang akan SDA, seperti air, dan banyak sawah (karena bapak kita petani).
    NAMUN APA DAYA, PETANI KITA GAGAL PANEN, PARA NELAYAN TIDAK BISA MELAUT KARENA BBM MAHAL, KORUPTOR DENGAN BEBAS BERKELIARANNN, PROSTITUSI MERAJALELA, HUTANG-HUTANG NEGERI KITA TERUS BERTAMBAH, KESEJAHTERAAN RAKYAT KURANG MERATA, KEMISKINAN SANGAT MERESAHKAN, DAN PENGANGGURAN TERJADI DIMANA-MANA.

    Dimana indonesia ku yang dulu?? (lho, kok ga nyambung yah??)

    Maka dari itu,, marilah kita dukung Pendidikan yang sangat berkualitas dan berakhlaqul-karimah agar bangsa kita tidak semakin terpuruk dalam kebodohan….

    BANGKITLAH NEGERIKU TERCINTA !!

  24. Dahulu kala, indonesia memang kaya akan SDA, seperti kaya akan air, mineral, banyak sawah (karena bapak kita petani)

    Tetapi kini, semuanya telah berubah…
    PETANI GAGAL PANEN, PARA NELAYAN TIDAK BISA MELAUT KARENA BBM MAHAL, KESEJAHTERAAN RAKYAT BELUM TERCAPAI SEPENUHNYA, KORUPTOR BERKELIARANNN, PROSTITUSI MERAJALELA, PENDIDIKAN KURANG MERATA, HUTANG DI NEGERI KITA TERUS BERTAMBAH, KEMISKINAN MENINGKAT, PENGANGGURAN DAN KRIMINALITAS TERJADI DIMANA-MANA.
    Dimana Indonesiaku yang dulu?? (lho, kok ga nyambung yhaa??)

    Marilah kita bersama-sama mendukung Pendidikan yang berkualitas bagi SDM kita dan berakhlakqul-karimah, agar bangsa kita tidak semakin terpuruk dalam kebodohan…

    BANGKITLAH NEGERIKU TERCINTA !!

  25. masih banyak anak berbakat yang tidak tergali potensinya… padahal anggaran yang di berikan pemerintah pada pendidikan sangat besar namun hasiknya belim memuaskan….
    seharusnya pemerintah serius dalam menghadapi masalah ini…

    aditya septiadi a
    8135072783
    tN reg 07

  26. SDA yang dimiliki Indonesia memang cukup banyak tetapi tidak sebanding dengan SDM yang ada. SDM yang ahli di bidang yang diperlukan mungkin masih sedikit. Ini disebabkan karena koordinasi yang kurang efektif dari pemerintah dan semua pihak yang terlibat.
    Dengan sistem pengelolaan pengembangan SDM yang lebih efektif dan lebih baik lagi, akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan SDM yang ada.

    Dwi Restuwanty
    8135077989
    Pend. Tata Niaga (Non Reg)

  27. ketidakrataan pendidikan bisa diakibatnya luasnya negara ini tapi bukan berarti boleh dibiarkan begitu saja. pemerintah lah yang bertanggung jawab atas permasalahan pendidikan. janji akan anggaran 20% untuk pendidikan pun belum terpenuhi…
    dan untuk memajukan pendidikan di negara ini dibutuhkan kerjasama semua pihak…

  28. Amalina Imadarty
    8135077986
    TN NR 07

    Hutang pemerintah dalam bidang pendidikan memang masih banyak yang belum terealisasikan. Dalam hal ini seharusnya pemerintah bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu permasahan ini..

  29. Nama : Adinda Chaniago
    NIM : 8135077981
    Konsentrasi : Pend. Tata Niaga Non Reg’07

    Walaupun pemerataan di bidang pendidikan itu butuh proses, tapi saya kira proses pemerataan pendidikan tersebut sudah terlampau lama pemrosesannya. Menurut saya, harusnya bidang pendidikan harus lebih utama di perhatikan, tepati janji anggaran pendidikan sebesar 20%, karena secara tidak langsung dengan memperhatikan pendidikan pemerintah sudah memupuk bibit-bibit anak-anak generasi penerus bangsa yang nantinya akan membawa Negara Indonesia kearah yang lebih baik lagi. Dan memperhatikan lapangan pekerjaan bagi anak-anak Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikannya hingga ke jenjang Perguruan Tinggi.

  30. semenjak terjadinya krisis moneter pada tahun 1998, pemerintah mempunyai banyak hutang di luar negeri. sementara itu pendidikan di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain. misalnya dengan Malaysia, dulu banyak guru yang mengajar di Malaysia belajar di Indonesia tetapi sekarang sebaliknya.

  31. Dari dulu bahkan sampai sekarang pendidikan di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain apalagi mengenai fasilitas. Sekolah-sekolah negeri di Indonesia masih banyak yang minim fasilitas dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta, jadi pemerintah harus serius menyikapi masalah ini.

  32. seharusnya pemerintah lebih memperhatikan tentang nasib pendidikan kita.Hutang dimana-mana tapi kalau shoping cepet…apalagi mau pemilu janji mudah terucap utamakan hutang pendidikan agar anak cucu tak terlantar

  33. hutang pemerintah di bidang pendidikan sangatlah banyak dan masih belum dapat dilunasi oleh pemerintah.. oleh karena itu,, seharusnya pemerintah lebih waspada pada hutang yang telah dipinjam agar tidak terlalu banyak

  34. menurut pendapat saya pemerintah kurang tanggap dan lamban dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia..
    karena masih banyaknya sekolah yang kurang di dukung dengan fasilitas yang kurang memadai..
    bagaimana mereka bisa mengembangkan kemampuannya jika tidak di dukung dengan fasilitas yang layak khususnya di daeran terpencil…
    pemerintah juga harus memberikan pengarahan tentang perkembangan iptek agar anak-anak tidak buta akan teknologi…

  35. irma manalu
    pend.Tata Niaga reg 07
    8135072764

    menurut saya mutu pendidikandi Negara kita dari tahun ke tahun bukannya meningkat tetapi semakin menurun.

    hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
    SDM yang dimiliki Indonesia tidak sebanding dengan SDA yang melimpah di Indonesia. seperti yang diketahui masih banyak SDA yang belum digarap atau dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan Indonesia masih kekurangan SDM yang berkualitas untuk mengelolanya, akibatnya banyak SDA kita yang dikuasai bangsa asing

  36. inne zulfanisa
    tata niaga reg 07
    8135072806
    Hutang pemerintah dalam bidang pendidikan memang masih banyak yang belum terealisasikan.Dari dulu bahkan sampai sekarang pendidikan di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain apalagi mengenai fasilitas. SDA yang dimiliki Indonesia memang cukup banyak tetapi tidak sebanding dengan SDM yang ada. SDM yang ahli di bidang yang diperlukan mungkin masih sedikit.pemerintah pun haruslebih memperhatikan tentang nasib pendidikan kita

  37. hutang pemerintah adalah memenuhi anggaran pendidikan 20% dan bisa menyeleggarakan pendidikan yang gratis untuk anak-anak yang tidak mampu karena semua itu adalah kewajiban pemerintah yang harus dilaksanakan.

  38. menurut saya, pemerintah harus jauh lebih memperhatikan tentang nasib pendidikan di indonesia. karena, yang menjadi tolak ukur kesuksesan suatu bangsa adalah jika pendidikannya berkualitas. jika kualitas pendidikan di suatu negara baik, maka akan pula membentuk sekaligus menciptakan SDM yang berkulitas juga.

  39. Pemerintah Indonesia saat ini sepertinya masih kurang perhatian pada dunia pendidikan…karena
    perbaikan fasilitas perbaikan pendidikan itu sendiri. Bahkan, mengenai mutu pendidikan sejauh ini, ternyata dinilai masih jauh dari harapan.
    oleh sebab itu seharusnya pemerintah dapat lebih berhati-hati dan waspada dalam pinjam meminjam dana agar tidak terlalu banyak…

  40. Pemerintah hanya memperhatikan masalah standar nilai yg harus dicapai setiap siswa, tetapi tidak memperhatikan mutu dari lulusan (SDM). Setiap tahun jumlah pengangguran di negeri ini terus bertambah. Sebaiknya Pemerintah tidak hanya memikirkan standarisasi nilai, tapi lebih mengacu pada mutu SDM yang dihasilkan agar bisa mengelola kekayaan alam yang melimpah di republik ini.menurut saya perlu adanya koordinasi yang tepat dan seimbang. maka tidak akan ada lagi pihak-pihak yang berjalan sendiri-sendiri dalam melaksanakan
    imam irawan
    pend tata niaga reg 07

  41. diaz priasmoro
    pend.Tata Niaga Non Reg 07
    8135077958

    Kemudian, pendidikan untuk anak-anak yang memiliki bakat istimewa juga dinilai tidak berjalan. Misalnya, siswa yang memiliki kelebihan bakat pada bidang tertentu, ini tidak tergali dengan baik.

    “Masa, dari 200 juta penduduk, mencari pemain bola 11 orang saja tidak bisa. Berarti kita tidak pantau bakat pemain bola. Jadi, hampir seluruh pengembangan bakat, tidak berkembang dengan baik,” ungkap Anwar.

    “Jadi, kadang-kadang orang memilih sekolah itu tidak sesuai dengan bakatnya,” tambah dia.

    Selanjutnya, pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. Pendidikan ini mempertemukan potensi SDA dengan SDM. Indonesia merupakan wilayah yang paling panjang pantainya di dunia. Tetapi, realitanya sampai sekarang masih melakukan impor garam dari Negara lain.

    saya mengutip bacaan diatas, sangat menggelikan sekali kalau melihat realita yg ada.
    bicara panjang lebar mengenai SDA dan SDM, tapi garam saja masih impor.
    pemerintah terlalu banyak omong, tp tindakan ??

  42. menurut pendapat saya pemerintah kurang tanggap dan lamban dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia..
    karena masih banyaknya sekolah yang kurang di dukung dengan fasilitas yang kurang memadai..
    bagaimana mereka bisa mengembangkan kemampuannya jika tidak di dukung dengan fasilitas yang layak khususnya di daerahterpencil…
    pemerintah juga harus memberikan pengarahan tentang perkembangan iptek agar anak-anak tidak buta akan teknologi…

  43. menurut saya yang hutang pemerintah itu menjadikan pendidikan di Indonesia semakin baik tidak tahu berapa besar anggaran yang harus di keluarkan karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk Bangsa ini…

  44. seharusnya pemerintah dapat lebih memperhatikan hutang yang makin numpuk. Tetapi juga perlu diperhatikan hutang untuk keperluan apa saja yang penting sehingga dengan itu dapat menguranginya…

  45. Fitri Hadianti
    8135077973
    Pend.Tata Niaga (NonReg 07)

    Seharusnya pemerintah lebih mementingkan pendidikan bagi anak-anak Indonesia…..
    Hutang yang pemerintah hadapi harus dapat memiliki jalan keluar untuk dapat lebih memajukan pendidikan menjadi lebih baik lagi….

  46. Triwibisono. I
    TN reg 07
    8135072779

    pemerintah seharusnya lebih mencurahkan perhatiannya pada dunia pendidikan, pendidikan di indonesia sudah tertinggal dengan negara lain. dengan lebih fokus pada ketertinggalannya dalam dunia pendidikan. saya yakin kemajuan Indonesia dalam segala bidang baik ekonomi, SDM, SDA dan lainnya dapat diraih

  47. sutriyani
    8135077961
    pend.tn non reg’07

    Wah.. sepertinya pemerintah harus menyediakan sekolah-sekolah khusus pengembangan sumber daya alam Indonesia..
    supaya…pemerintah gk usah repot-repot mendatangkan SDM dari luar negara..
    sayang kan …uangnya?
    mendingan buat bayar utang negara yang bejibun euy…
    |

  48. hutang pendidikan..
    pemerintah harus lebih bekerja lebih keras lagi dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik…

    maju pendidikan nasional….

  49. Pada awaalnya pemerinta membutuhkan dana lebih untuk menutupi anggaran pendidikan sehingga pemerintah meminjam dana dari berbagai instasi.
    pertanyaanya kemanakan dana itu pergi dan apa kah program pendidkan berjalan dengan baik..?
    pada awalnya program ini berjalan bila pimak pemerintah menjalankannya dengan serius dan tidak menyimpang juga di ikuti pengawasan dari masyarakat sekitar.

  50. Kemajuan pendidikan di Indonesia tidak secepat yg diharapkan, utamanya menyangkut perbaikan fasilitas pendidikan itu sendiri, bahkan mutu pendidikan pun masih jauh dari harapan. Seharusnya, pemerintah membangun sekolah atau perguruan tinggi khusus sesuai dengan bakat dan keahlain siswa Indonesia, dengan begitu potensi dari diri seorang siswa akan tergali dan berkembang sesuai kemampuannya.

  51. Pemerintah belum menuntaskan tugasnya tentang pendidikan yang berjalan di Indonesia ini. sebagaimana tercantum dalam UU 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional mengenai sistem pendidikan. andai saja pemerintah telah menjalankan tugasnya dengan tuntas dan baik, asosiasi CI/Bi pun pasti akan terkena dampaknya. misalnya saja hasil yang memuaskan dari pengembangan anak cerdas dan berbakat istimewa, karena tidak bisa dipungkiri asosiasi CI/BI belum dapat mengembangkan anak cerdas dan berbakat istimewa. itu juga karena kurangnya dukungan dari pemeritah.

  52. Pemerintah belum menuntaskan tugasnya tentang pendidikan yang berjalan di Indonesia ini. andai saja pemerintah telah menjalankan tugasnya dengan tuntas dan baik, asosiasi CI/Bi pun pasti akan terkena dampaknya. misalnya saja hasil yang memuaskan dari pengembangan anak cerdas dan berbakat istimewa, karena tidak bisa dipungkiri asosiasi CI/BI belum dapat mengembangkan anak cerdas dan berbakat istimewa. itu juga karena kurangnya dukungan dari pemeritah.

  53. dari dahulu hingga kini pemerintah masih hutang pendidikan. Bahkan pemerintah sudah sering berjanji untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, namun pada kenyataanya sampai sekarang belum terlaksana.

  54. pemerintah seharusnya sudah dapat berdiri sendiri tanpa pinjaman dari luar, namun kepercayaan diri tersebut dipengaruhi oleh pihak – pihak yang memanfaatkan negara ini, sudah lama hutang indonesia bertumpuk namun masih belum terbayar, hal ini tentu memprihatinkan dimana pada satu sisi indonesia merupakan negara yang memiliki kondisi alam yang melimpah,,

  55. menurut saya pemerintah Indonesia masih kurang perhatian atau bersikap setengah hati dalam mengurus masalah pendidikan hal ini terlihat tidak adanya acuan atau standar yang jelas yang mengatur tentang pendidikan yang berada di luar naungan DEPDIKNAS.
    sehingga banyak program-program pendidikan yang telah direncanakan terbengkalai karena pemerintah tidak serius.

  56. jenny christine (8135077998)
    pend. TN NR 07

    sebenarnya hutang Pemerintah bukan pada pendidikan saja,, tetapi di segala bidang.
    tetapi mengapa dalam dunia pendidikan pemerintah sampai bisa ada hutang??

    seharusnya pemerintah lebih memusatkan Pendidikan dari pada yang lainnya, sehingga bisa terselesaikan masalah ini.

  57. mungkin pemerintah sudah berusaha semaksimal jadi kita sebagai bagian dari pendidikan itu sendiri sedapat mungkin ikut membantu dalam usaha pemerintah untuk melunasi janji-janjinya.

  58. hutang pemerintah terhadap pendidikan.. .
    mungkin tepatnya kewajiban pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia yang kurang berjalan dengan baik..
    hal ini sudah menjadi masalah klasik yang dihadapi oleh negara Indonesia..masih banyaknya anak usia sekolah yang tidak bersekolah hingga tidak terwujudnya 20% anggaran pendidikan..

  59. Pendidikan harus menciptakan SDM yang potensial. Guru harus bertindak bukan hanya semata2 mengejar materi melainkan mengabungkan antara materi dengan praktek secara langsung sehingga membuat siswa mengenal, mempelajari dan memiliki SDM. Bahkan dunia kerja saat ini melihat berdasarkan bukan hanya penilaian yang diijasah tetapi kemampuan2 lain. Untuk itu pihak sekolah membagi/menyeimbangkan kebutuhan akademik dan peningkatan SDM

  60. Menurut saya kita tidak harus sepenuhnya menyalahkan pemerintah,karena ini tanggung jawb kita bersama.kita semua harus bekerja sama dalam mewujudkan pendidikan di Indonesia.

  61. Nancy Wijaya S
    8135072769
    Pend. Tata Niaga 07 (Reguler)

    Banyak memang hutang pemerintah pada pendidikan. salah satunya ya yang tertulis pada artikel ini. banyak data yang mengatakan bahwa kinerja pemerintah terhadap pendidkan ini memang kurang. entah struktur yang telah dibuat, masalah dana atau kinerja dilapanganya yang masih membagi-bagi tugas pada “box-box” tertentu.

    semoga pemerintah lebih dewasa dalam menyikapi persoalan ini. sehingga tidak menyesal dikemudian hari ketika negara lain terus berkembang dengan potensi anak-anak bangsa mereka yang memiliki kinerja yang optimal.

  62. Indonesia merupaka negara yang kaya yang akan SDA, tinggal pemanfaatan bagaimana SDM nya diaplikasikan terhadap SDA-SDA tersebut. masi banyak nya pengangguran merupakan contoh sistem pendidikan yang masih sangat kurang. kualitas pendidikan yang masi memrihatinkan khususnya fasilitas pendidikan yang ada hendaknya lebih diperihatikan oleh pemerintah pusat.pelan-pelan namun pasti guna kemajuan dunia pendidikan.

  63. Imam Punarko
    Pend. Tata Niaga 07
    8135072812
    saya sepakat bahwa pendidikan yang sekarang di terapkan di negara kita masih jauh dari relevan, siswa kita seakan bagaikan produk siap pakai yang hanya di gunakan untuk memenuhi intervensi asing terhadap sumber daya kita. padahal negara ini menyimpan banyak potensi tapi entah kenapa pendidikan kita belum bisa untuk menjangkau itu. tepat sekali jika dikatakan pendidikan kita masih jauh dari harapan bahkan untuk mencari 11 pemain sepak bola.

    kita berharap saja rencana pendidikan berbasis kedaerahan yang sekarang ini mulai di realisasikan lewat KTSP( kompetensi Tingkat Satuan Pendidikan ) dapat menjadi solusi bagi kurangnya SDM yang bermutu. untuk itu di himbau kepada pemerintah untuk bisa memberikan insentif terkait pengembangan mutu didaerahnya.

  64. Yuni sri w
    8135077970
    Pend.Tata niaga NR’07

    Pendidikan di Indonesia memang cukup berkembang, dengan perencanaan yang diajukannya pun masuk akal . Tapi kenapa pemerintah masih saja menyalahgunakan dana pendidikan untuk sesuatu hal yang tidak seharusnya. Apalagi sampai adanya hutang untuk pendidikan,belum perhatian pemerintah akan SDM yang telah sarjana ,diabaikan begitu saja .Jadi menurut saya tolonglah pemerintah lebih mengutamakan pendidikan .

  65. menurut saya kita jangan hanya menyalahkan pemerintah saja dalam hal ini, memang disini sangat terlihat bahwa pemerintah itu yang sangat bertanggung jawab atas SDM dan SDA yang kita miliki. namun apakah masyarakat juga sadar diri akan hal ini???? kita jangan hanya menggantungkan semua kebutuhan itu pada pemerintah. kenapa tidak kita yang berinisiatif sendiri untuk membangun dan menggali kemampuan masyarakat indonesia sendiri?? contohnya seperti usaha kecil menengah yang banyak terdapat di desa, mungkin pemerintah hanya kurang peka terhadap usaha-usaha yang sebenarnya sudah banyak terlatih walaupun hanya sebatas di daerah terisolasi. oleh sebab itu kita sebagai warga negara indonesia tidak sepatutnya saling menyalahkan. justru kita harus saling mengingatkan satu sama lain agar bangsa kita tidak semakin terpuruk. hidup Indonesia!

  66. Gelda Meris Nike Safitra
    8135072807
    Pend.Tata Niaga Reg07

    Menurut saya…
    pemerintah Indonesia masih kurang perhatian atau bersikap setengah hati dalam mengurus masalah pendidikan.Pemerintah hanya memperhatikan masalah standar nilai yg harus dicapai setiap siswa, tetapi tidak memperhatikan mutu dari lulusan (SDM).
    Seharusnya, pemerintah lebih menyediakan anggaran lebih besar untuk memajukan pendidikan.Tapi bukan pemerintah saja yang bertanggungjawab terhadap pendidikan.masyarakat-masyarakat pun harus mendukung kelancaran pendidikan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lain dan tidak mengalami hutang, khususnya dalam bidang pendidikan.

  67. Menurut saya semua hal yang akan diambil itu pasti ada dampaknya. namun jangan memandang dari sisi buruknya saja. lihat sisi baiknya. Mencoba hal positif dan menjadikannya agar lebih baik itu perlu. sebaliknya kita harus mendukung dalam pelaksanaanya.
    kalaupun kurang merata pelaksanaanya, itu karna dalam proses. bukankah saat kita menaiki tangga kita harus berpijak dari anak kaki yang pertama selangkah demi selangkah.

  68. RENDI MAISYAH LINO
    8135077994
    PEND.TATA NIAGA NON REG 2007

    SDM yang dimiliki Indonesia tidak sebanding dengan SDA yang melimpah di Indonesia.seperti yang diketahui masih banyak SDA yang belum digarap atau dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan Indonesia masih kekurangan SDM yang berkualitas untuk mengelolanya, akibatnya banyak SDA kita yang dikuasai bangsa asing.Disini diminta kebijakan – kebijakan pemerintah yang lebih efektif agar dapat menyeratakan ketidak seimbangan ini.

  69. Assalamu’alikum

    Menurut saya artikel tersebut diatas sudah cukup jelas ya…bahwa pemeritah tidak benar-benar memperhatikan ataupun mengurus masalah pendidikan.

    Memang sangat jauh dari apa yang diharapkan, dan mungkin sebaiknya pemerintah itu tidak hanya memikirkan standarisasi nilai tetapi juga mengacu pada nilai/mutu SDM nya itu sendiri supaya bisa mengelola kekayaan sumber daya alam yang dimilki oleh pemeritah ini dengan baik, agar nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

    Wassalam…

  70. Menurut saya, saat ini pemerintah kurang memperhatikan siswa-siswa yang saat ini sedang berjuang demi kelulusan pendidikannya di akhir tahun. Pemerintah saat ini hanya mampu menilai setiap siswa di Indonesia hanya dengan menggunakan nilai akhir sekolahnya saja. Sebenarnya pemerintah harus lbih dalam lagi mampu untuk mengetahui perasaan siswa di Indonesia untuk lebih serius lagi. karena hal yang seperti ini akan mampu menjadikan siswa-siswa di sekolahnya merasakan perhatian yang serius dari pemerintah.

  71. Ichwan Iskandar 8135072792 Pend.Tata Niaga Suatu hal yang ironi memang,karena pihak pemerintah hanya bersikap setengah-setengah pada bidang pendidikan.Seharusnya pemerintah tidak memandang sebelah mata terutama bagi mereka yang menempuh pendidikan layanan khusus.Sebenarnya pendidikan ini tidak jauh berbeda dari pendidikan reguler pada umumnya,sekarang yang terpenting adanya kerja sama dari pihak pemerintah pusat maupun dari pihak permerintah daerah untuk memajukan pendidikan yang mulai menampakkan kemajuan akhir-akhir ini.

  72. Assalamualaikum Wr. Wb
    Dari artikel diatas sudah menjelaskan bahwa pemerintah kurang memberikan apresiasi dalam dunia pendidikan. Dan menurut saya hal ini sangat menyedihkan dan memalukan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s